Waspada! Pria Juga Bisa Terkena Kanker Payudara, Dokter Ungkap Gejala dan Penyebabnya
Ilustrasi
Batam, Batamnews - Selama ini kanker payudara identik dengan perempuan. Namun faktanya, laki-laki juga bisa mengalaminya.
Dokter Spesialis Bedah Umum Eka Hospital Depok, Feyona Heliani Subrata, mengatakan kasus kanker payudara pada pria memang jarang, tapi bukan berarti tidak ada.
“Di Indonesia, persentasenya sekitar 5–7 persen dari seluruh kasus kanker payudara,” ungkap Feyona dalam temu media yang digelar Eka Hospital di Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Ia mengungkapkan bahwa dirinya bahkan pernah menangani dua pasien pria yang mengalami kanker payudara. Hingga kini, kedua pasien tersebut masih menjalani perawatan intensif.
“Usianya sekitar 40–50 tahun, saat ini masih menjalani pengobatan,” kata dia.
Penyebab Kanker Payudara pada Pria
Feyona menjelaskan, kanker payudara bisa muncul pada siapa pun yang memiliki kelenjar payudara — termasuk pria. Meskipun struktur payudara pria tidak sebesar perempuan, mereka tetap memiliki kelenjar yang berpotensi tumbuh kanker.
“Yang artinya, tetap berpotensi tumbuh kanker,” kata dia.
Menurut Feyona, beberapa faktor dapat memicu kanker payudara pada pria, seperti konsumsi obat-obatan hormonal (steroid), paparan radiasi, serta kebiasaan menggunakan obat peningkat massa otot saat ngegym.
“Ada korelasi antara pria yang rutin ngegym sambil mengonsumsi obat-obatan hormonal dan risiko terkena kanker payudara,” jelasnya.
Gejala Sering Diabaikan
Feyona menuturkan, kanker payudara pada pria sering terdeteksi lebih lambat dibanding perempuan. Hal ini karena banyak pria tidak menyangka bahwa benjolan di area dada bisa berbahaya.
Benjolan biasanya berukuran kecil dan tidak menimbulkan rasa sakit di awal. Namun seiring waktu, kulit di sekitarnya bisa meregang dan terasa nyeri.
“Banyak yang mengira hanya benjolan biasa karena terbentur atau nyeri otot. Padahal, itu bisa tanda awal kanker payudara,” tutur Feyona.
Pengobatan dan Pencegahan
Dalam hal pengobatan, Feyona menjelaskan bahwa prosedur untuk pasien pria sama dengan pasien perempuan.
“Kankernya harus diangkat melalui operasi. Kalau hasil patologinya menunjukkan jenis ganas, pasien harus melanjutkan ke terapi lanjutan seperti kemoterapi atau radioterapi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tingkat bahaya kanker payudara pada pria dan perempuan tidak berbeda, tergantung pada stadium dan jenis sel kankernya.
Sebagai penutup, Feyona mengingatkan agar kaum pria tidak menyepelekan perubahan di area dada. “Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang sembuh. Jangan menunggu sampai terasa nyeri atau benjolan membesar,” tegasnya.
Kesadaran dini menjadi kunci utama dalam mencegah risiko kanker payudara, baik bagi perempuan maupun laki-laki. Pemeriksaan rutin dan pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk melindungi diri dari penyakit mematikan ini.

Komentar Via Facebook :