Ustadz Badiul Hasani Hidupkan Kembali Warisan Intelektual Islam Melayu di Lingga Lewat Film Dokumenter `Mencari Jejak Kitab Nurussholah`

Ustadz Badiul Hasani Hidupkan Kembali Warisan Intelektual Islam Melayu di Lingga Lewat Film Dokumenter `Mencari Jejak Kitab Nurussholah`

Upaya pelestarian warisan intelektual Islam dari tanah Melayu kembali digiatkan melalui pembuatan film dokumenter berjudul Mencari Jejak Kitab Nurussholah. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Lingga, Batamnews – Upaya pelestarian warisan intelektual Islam dari tanah Melayu kembali digiatkan melalui pembuatan film dokumenter berjudul Mencari Jejak Kitab Nurussholah.

Dokumenter ini digagas oleh Ustadz Badiul Hasani, yang berfokus pada penelusuran karya besar ulama terkemuka Damnah, Tengku Muhammad Saleh, sebagai bagian penting dari sejarah keilmuan Islam di Lingga.

Karya tersebut mendapat fasilitasi dana dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IV Riau dan Kepulauan Riau, lembaga yang selama ini konsisten mendukung kegiatan pelestarian sejarah dan kebudayaan di wilayah Melayu.

Dukungan ini menjadi bagian dari program BPK dalam menjaga dan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Islam yang tumbuh di Kepulauan Riau sejak masa Kesultanan Lingga-Riau.

Dalam pelaksanaannya, dokumenter ini turut melibatkan dua narasumber utama, yakni Datok Lazuardi dan Megat Hasfariansyah, yang dikenal sebagai sejarawan dan peneliti sejarah lokal Lingga.

Keduanya memberikan pandangan historis dan kontekstual mengenai peran Kitab Nurussholah dalam perkembangan keagamaan serta kehidupan masyarakat Melayu pada masa lampau.

Ustad Badiul Hasani menjelaskan, dokumenter ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali sosok Tengku Muhammad Saleh sebagai ulama besar Lingga yang berkontribusi terhadap pengajaran agama Islam di wilayah Melayu.

Melalui Kitab Nurussholah, beliau mengajarkan tata cara ibadah dan nilai-nilai moral yang bersumber dari ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah, serta menjadi rujukan bagi masyarakat pada zamannya.

Menurut Datok Lazuardi, Kitab Nurussholah merupakan bukti kemajuan ilmu keagamaan yang pernah berkembang di Lingga.

“Kitab ini bukan hanya panduan ibadah, tetapi juga gambaran tentang bagaimana masyarakat Melayu dahulu memahami agama secara mendalam,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Megat Hasfariansyah yang menilai dokumenter ini penting sebagai sarana pendidikan sejarah berbasis lokal.

Dalam proses produksinya, tim dokumenter menelusuri sejumlah lokasi bersejarah di wilayah Damnah dan sekitarnya. Mereka juga melakukan wawancara dengan tokoh masyarakat serta keluarga pewaris ulama terdahulu.

Upaya ini dilakukan untuk mendapatkan data akurat dan memperkuat narasi dokumenter dengan sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ustad Badiul Hasani menyebut, setelah memperoleh izin penayangan, dokumenter Mencari Jejak Kitab Nurussholah akan diputar di beberapa sekolah di Kabupaten Lingga.

Tujuannya agar generasi muda dapat memahami pentingnya sejarah Islam di daerahnya, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap tokoh-tokoh keagamaan yang telah berperan besar dalam membangun jati diri masyarakat Melayu.

Melalui dokumenter ini, diharapkan warisan keilmuan dan spiritualitas dari Tengku Muhammad Saleh dapat dikenal lebih luas. Lingga bukan hanya dikenal sebagai pusat sejarah kerajaan Melayu, tetapi juga sebagai sumber ilmu dan budaya Islam yang kaya.

Mencari Jejak Kitab Nurussholah menjadi langkah nyata untuk menjaga, menghidupkan, dan mewariskan cahaya keilmuan dari Damnah kepada generasi mendatang.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :