Review Awal OriginOS 6 Vivo: Akhir Era FuntouchOS yang Tertinggal
Vivo mengumumkan seri smartphone X300 di China
Batam, Batamnews - Baru-baru ini, vivo mengumumkan seri smartphone X300 di China. Kami berkesempatan melihat langsung X300 dan X300 Pro, lengkap dengan hasil benchmark dan sampel kamera.
Unit ulasan sedang dalam perjalanan ke kantor kami untuk pengujian yang lebih mendalam. Sembari menunggu, ada kabar besar lain dari vivo: OriginOS 6 akan diluncurkan secara global.
Selama ini, smartphone vivo untuk pasar China menggunakan OriginOS, sementara varian internasional memakai FuntouchOS. Kami sering mengkritik FuntouchOS karena tampilannya yang terasa ketinggalan zaman.
Mengimpor ponsel dengan OriginOS dari China juga berarti harus berurusan dengan aplikasi pre-instal khusus China, batasan pada software pembayaran/perbankan, dan kendala tak terduga lainnya.
Baca juga: Samsung W26 Resmi Diluncurkan dengan Fitur Satelit dan RAM 16GB, Harga Mulai 38 Juta
Kini, vivo mengakhiri dualisme itu. OriginOS akan menjadi antarmuka tunggal untuk semua model vivo mendatang, baik di China maupun global. Versi baru yang menyatukan kedua software branch ini adalah v.6. vivo memilih untuk melanjutkan penomoran dari OriginOS 5 alih-alih memberi label tahun atau nama baru.
Meski seri X300 akan menjadi yang pertama datang dengan OriginOS 6, kami sudah melihat versi awal sistem operasi ini pada unit X200 Pro internasional yang secara khusus diberikan vivo kepada kami. Ini adalah evolusi berarti dari OriginOS 5 yang kami lihat sebelumnya, dan tentu saja perubahan besar bagi pengguna FuntouchOS 15.
Material pemasaran vivo menjanjikan OriginOS "mendefinisikan ulang cara orang mengalami dunia digital mereka" dengan konsep seperti keseimbangan dan kenyamanan. Yang lebih konkret, vivo mengklaim telah merekayasa ulang Android untuk memanfaatkan sumber daya lebih baik, meningkatkan kecepatan dan daya tahan baterai.
Ada beberapa fitur andalan:
- Ultra-Core Computing: Mengklaim alokasi sumber daya yang lebih baik, menghasilkan pembukaan aplikasi 18,5% lebih cepat dan frame rate yang 10,5% lebih stabil saat scrolling.
- Memory Fusion: Mempercepat kecepatan pemuatan dalam skenario berat. Contoh vivo: membuka album berisi 5.000 foto menjadi 106% lebih cepat, hanya dalam hitungan detik. Hingga 47 aplikasi bisa tetap aktif di background.
- Dual Rendering Architecture: Diklaim meningkatkan efisiensi rendering animasi hingga 35% dan stabilitas frame rate hingga 11%.
Klaim-klaim ini sulit diukur di luar kondisi laboratorium, tapi setidaknya memberi gambaran fokus vivo pada performa.
Aspek yang lebih mudah dirasakan adalah peningkatan pada animasi. vivo memberi perhatian ekstra untuk membuat animasi terasa lebih responsif, berkat efek seperti pantulan, transisi blur, dan kecepatan gerakan yang meniru gesture pengguna. Hasilnya, ponsel terasa lebih natural merespons input.
OriginOS 6 juga membawa visual Origin yang lebih modern ke varian internasional, menggantikan antarmuka Funtouch yang sudah ketinggalan zaman. Ini termasuk menu pengaturan yang disegarkan, notification shade/control center yang lebih kontemporer, font kustom, dan 2.800 simbol yang didesain ulang.
Control center adalah salah satu perubahan terbesar bagi migran FuntouchOS, dan menjadi wadah utama untuk efek blur dan transisi baru (disebut Gradient Blur). Desain tombol quick settings nya mungkin terasa sangat mirip dengan iOS.
Beberapa fitur baru yang menarik perhatian:
- Flip Cards: Fitur lockscreen yang memungkinkan Anda memilih hingga 4 gambar dari galeri untuk ditampilkan bergantian saat ponsel dimiringkan.
- Origin Island: Awan hitam dinamis di sekitar kamera depan yang menampilkan informasi kontekstual (seperti musik yang diputar) dan menjadi area yang dapat di tap untuk beberapa skenario, seperti menyalin dan menempel.
- Private Space: Area terpisah untuk menyimpan data sensitif, plus kemampuan membuat dua instansi aplikasi media sosial yang sama (misal, untuk memisahkan akun pribadi dan kerja).
Seperti sistem operasi modern lainnya, AI menjadi tulang punggung banyak fitur:
- AI Writing Tool: Membantu mengatasi writer's block dengan proofreading, ringkasan, dan lainnya.
- AI Captions: Aplikasi tingkat sistem untuk konversi ucapan-teks, transkripsi, dan terjemahan real-time.
- AI Image Editing: Fungsi edit gambar berbasis AI yang kini lebih terorganisir dalam galeri.
- Circle to Search & Scrolling Translation: Fitur pencarian dengan melingkari dan terjemahan scroll juga dihadirkan.
Baca juga: Galaxy M17 Mulai Dijual 13 Oktober, Bawa Layar AMOLED dan Update 6 Tahun
Di sisi konektivitas, vivo menghadirkan vivo Connection Center, pusat untuk mengaktifkan berbagai opsi koneksi. Fitur Link to PC memungkinkan screen mirroring, transfer file, dan handoff tugas. Transfer satu ketuk ke vivo lain atau iPhone juga tersedia, meski perlu menginstal EasyShare di ponsel lain.
vivo mengklaim telah membuat terobosan dalam efisiensi daya dengan OriginOS 6. Hasil lab internal mereka melaporkan penurunan konsumsi daya aplikasi background sebesar 30mA untuk kebanyakan pengguna, dan hingga 90mA untuk 1% pengguna berat.
Mereka juga mengklaim peningkatan efisiensi CPU sebesar 10-20%, yang dapat memperpanjang daya tahan baterai hingga 30 menit dalam kondisi tertentu.
Secara keseluruhan, kami sangat antusias dengan penggantian FuntouchOS oleh OriginOS untuk varian internasional vivo. Antarmuka sebelumnya sudah ketinggalan zaman dan terlalu biasa.
OriginOS 6 menawarkan visual yang menarik, kelancaran yang menyenangkan, serta fitur-fitur tambahan yang kemungkinan besar akan dinikmati oleh banyak pengguna. Langkah ini adalah perubahan yang sangat dinantikan dan positif bagi pengguna global vivo.

Komentar Via Facebook :