Warga Batam Waspada! Penipuan Berkedok Disdukcapil Beraksi di WhatsApp
Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Kota Batam.
Batam, Batamnews - Hati-hati, warga Batam! Belakangan ini muncul aksi penipuan yang mengatasnamakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Para pelaku menghubungi korban lewat WhatsApp, berpura-pura sebagai petugas resmi. Modusnya, mereka membujuk korban untuk mengunduh aplikasi tertentu dan mengisi data pribadi sensitif seperti NIK, email, nomor telepon, bahkan foto wajah.
Dalih yang dipakai adalah untuk "mengaktivasi" Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Menanggapi hal ini, Kepala Diskominfo Kota Batam, Rudi Panjaitan, memberikan penjelasan tegas. Ia menyatakan bahwa Disdukcapil **tidak pernah** menghubungi warga secara perorangan untuk urusan administrasi.
"Khusus Disdukcapil, pelayanan tidak pernah menghubungi orang perorangan. Jika ada keperluan, harus langsung datang ke kantor," tegas Rudi.
Ia menegaskan, data penduduk sudah tercatat dalam sistem nasional dan tidak memerlukan bantuan pihak ketiga untuk pengelolaannya. Setiap pihak yang mengaku membantu mengurus data dari jarak jauh patut diduga sebagai penipuan.
Rudi Panjaitan mengimbau masyarakat untuk:
- Tidak mudah percaya pada pesan atau telepon yang mengatasnamakan instansi pemerintah.
- Jangan berikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas identitasnya.
- Jangan mengunduh aplikasi yang diminta oleh pihak tidak dikenal.
- Laporkan setiap dugaan penipuan kepada pihak berwajib.
- Selalu verifikasi informasi dengan mendatangi langsung kantor instansi terkait.
Baca juga: Pendaftaran Calon Ketua Kadin Batam Resmi Dibuka, Mukota ke-8 Akan Digelar 14 November 2025
Rudi juga memberikan tips keamanan digital yang sangat praktis, terutama bagi yang sering menggunakan internet di tempat umum.
"Ikatan masyarakat untuk cakap digital. Kalau kita beraktivitas di ruang publik atau menggunakan WiFi gratis, kita harus rajin mengganti password. Password harus diganti setiap sebulan sekali," ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa di ruang publik, data kita rentan direkam dari jarak jauh. Karena itu, pengamanan ekstra dengan mengganti password secara rutin adalah langkah bijak untuk melindungi informasi pribadi kita dari penyalahgunaan.
Intinya: Waspada, verifikasi, dan jaga rahasia data Anda.

Komentar Via Facebook :