Tragedi Kapal Federal II di PT ASL Batam Sebabkan 31 Korban, Kapolda: Jika Ada Kelalaian, Kami Akan Proses Sesuai Hukum
Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin dan Kapolresta Barelang Kombes Zaenal Arifin, Saat mendengarkan Kronologis Kejadian oleh Tim Safety Officer PT ASL, Rabu (15/10) siang. (Foto: Tommy Purniawan/Batamnews)
Batam, Batamnews – Korban akibat ledakan kapal Federal II di kawasan galangan PT ASL Shipyard, Batu Aji, Kota Batam, kembali bertambah. Hingga pukul 13.00 WIB, tercatat sebanyak 31 korban akibat insiden ledakan tangki kapal. Pihak kepolisian bersama Tim Medis Polda Kepri dan Polresta Barelang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian.
Kejadian yang menggemparkan Kota Batam ini mendapat perhatian serius dari jajaran Polda Kepri. Sejumlah pejabat utama (PJU) Polda Kepri dan Polresta Barelang langsung turun ke lapangan untuk meninjau lokasi ledakan serta menjenguk para korban yang tengah dirawat di sejumlah rumah sakit di kawasan Batuaji.
Kapolda Kepulauan Riau (Kepri), Irjen Pol Asep Safrudin, bersama Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, meninjau langsung para korban insiden kecelakaan kerja tersebut di galangan kapal PT ASL, Rabu (15/10/2025) pagi. Para korban kini tengah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Mutiara Aini, RSUD Embung Fatimah, dan RS Elisabet.
Asep tampak meninjau satu per satu korban yang masih menjalani perawatan intensif serta memberikan dukungan moril kepada keluarga korban. Ia juga memastikan bahwa penanganan medis terhadap korban dilakukan secara maksimal oleh pihak rumah sakit.
Usai melakukan kunjungan, Kapolda Asep memberikan pernyataan resmi kepada awak media. Ia menyebutkan bahwa peristiwa tragis tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh tim gabungan dari Satreskrim Polresta Barelang dan Ditreskrimum Polda Kepri.
“Untuk penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan. Tim dari Reskrim baik Polresta Barelang maupun Polda sedang bekerja untuk mengetahui apa penyebab kejadian ini,” kata Asep.
Dalam laporan sementara, Asep mengungkapkan bahwa pihak kepolisian mencatat sebanyak 28 orang menjadi korban dalam insiden tersebut. Dari jumlah itu, 10 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 18 lainnya masih menjalani perawatan intensif di berbagai rumah sakit di Batam.
“Mudah-mudahan yang 18 ini bisa selamat. Saat ini mereka masih dirawat intensif di beberapa rumah sakit,” ujarnya.
Untuk korban yang meninggal dunia, Asep menyebutkan akan dilakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri guna memastikan penyebab pasti kematian. Ia juga mengonfirmasi bahwa kapal yang menjadi lokasi kecelakaan ini merupakan kapal yang sama dengan insiden serupa yang pernah terjadi sebelumnya di galangan PT ASL.
“Hal itu memperkuat dugaan adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur keselamatan kerja,” ujarnya.
Asep menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas siapa pun yang terbukti lalai hingga mengakibatkan korban jiwa dalam tragedi tersebut.
“Apabila ditemukan adanya unsur kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal dunia, maka kita akan proses sesuai hukum yang berlaku,” katanya dengan nada tegas.
Peristiwa ini menjadi insiden kedua kapal Federal II di PT ASL Shipyard dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir. Tragedi ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi peringatan keras bagi industri galangan kapal di Batam untuk memperketat standar keselamatan kerja dan perlindungan terhadap para pekerja.

Komentar Via Facebook :