Tangis Pecah di Rumah Sakit Mutiara Aini, Keluarga Korban Ledakan PT ASL Shipyard Tak Kuasa Menahan Duka
Suasana duka dan kepedihan menyelimuti Rumah Sakit Mutiara Aini, Batam, setelah keluarga korban ledakan maut di PT ASL Shipyard berdatangan untuk memastikan kondisi kerabat mereka. (Foto: Asrul/Batamnews)
Batam, Batamnews – Suasana duka dan kepedihan menyelimuti Rumah Sakit Mutiara Aini, Batam, setelah keluarga korban ledakan maut di PT ASL Shipyard berdatangan untuk memastikan kondisi kerabat mereka. Tangisan histeris pecah di depan ruang instalasi darurat ketika kabar duka disampaikan oleh pihak medis.
Seorang ibu muda yang datang sambil menggendong anaknya menangis histeris setelah mengetahui bahwa suaminya menjadi salah satu korban tewas. Bahkan, beberapa anggota keluarga korban pingsan saat melihat jenazah yang baru dievakuasi dari lokasi kejadian.
Keluarga korban terlihat tidak percaya dan terus memanggil nama-nama orang terdekat mereka, berharap kabar yang mereka dengar hanyalah salah informasi. Namun kenyataan pahit tak terelakkan — sejumlah keluarga kini harus merelakan kepergian orang-orang yang mereka cintai akibat ledakan dahsyat di galangan kapal PT ASL Shipyard, Batu Aji.
Sementara itu, Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol Asep Safrudin, yang hadir langsung di Rumah Sakit Mutiara Aini, menyampaikan perkembangan terkini jumlah korban yang berhasil diidentifikasi.
“Korban yang sudah diketahui yaitu sebanyak 28 orang, 10 diantaranya meninggal dunia, 18 masih dalam perawatan,” ungkapnya.
Asep menjelaskan, dari total korban luka berat, empat orang tengah dirawat intensif di ruang ICU RS Mutiara Aini, sementara korban lainnya tersebar di tiga rumah sakit berbeda di Batam. Untuk korban meninggal dunia, pihak kepolisian akan melakukan otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara guna memastikan penyebab pasti kematian.
“Kita akan ketahui penyebabnya itu apa dari kebakaran, dari kecelakaan tersebut. Dari hasil penyelidikan nanti kita bisa lihat apakah ini ada unsur-unsur kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal dunia. Apabila itu ditemukan, maka kita akan proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Kapolda Kepri.
Ia juga memastikan bahwa investigasi menyeluruh akan dilakukan, termasuk melibatkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) untuk menganalisis penyebab pasti ledakan serta menelusuri kemungkinan adanya kelalaian dalam prosedur keselamatan kerja.
Sebelumnya diberitakan, ledakan besar kembali mengguncang PT ASL Shipyard, Tanjung Uncang, Batam, pada Rabu (15/10/2025) dini hari. Kapal Federal II, yang tengah dalam proses perbaikan, meledak dari dalam lambungnya — peristiwa serupa pernah terjadi pada kapal yang sama beberapa waktu lalu.
Insiden ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan rekan-rekan sesama pekerja galangan. Banyak dari mereka kini menunggu kabar di rumah sakit sambil berharap ada mukjizat bagi anggota keluarga yang masih dalam perawatan.
Pemerintah dan pihak terkait diharapkan segera memberikan pendampingan psikologis dan santunan kepada para keluarga korban, sambil menunggu hasil investigasi resmi dari pihak kepolisian mengenai penyebab pasti tragedi yang menewaskan banyak nyawa ini.

Komentar Via Facebook :