PT ASL Shipyard Tetap Beroperasi Usai Ledakan Maut Kapal Federal II Renggut Nyawa Pekerja
Kondisi PT ASL Yang Masih Beroperasi Normal, Meski Puluhan Pekerja Mengalami Luka Berat dan Meninggal Dunia Setelah Ledakan Kapal Federal II yang meledak didalam PT ASL Shipyard, Rabu (15/10) pagi. (Foto: Tommy Purniawan/Batamnews)
Batam, Batamnews – Meski baru saja dilanda tragedi ledakan kapal Federal II yang menewaskan dan melukai puluhan orang, PT ASL Shipyard di kawasan Tanjung Uncang, Kota Batam, tampak masih beroperasi seperti biasa. Aktivitas di dalam galangan kapal tersebut berjalan normal seolah tidak terjadi peristiwa memilukan yang menelan banyak korban jiwa.
Pantauan di lapangan, tepat di depan area perusahaan, terlihat ratusan sepeda motor terparkir hingga ke badan jalan. Para pekerja tampak hilir-mudik keluar masuk perusahaan seperti hari-hari biasanya. Padahal, puluhan karyawan kehilangan nyawa akibat ledakan serupa yang juga pernah terjadi tiga bulan lalu.
Dari pakaian para pekerja, tampak bahwa sebagian besar bukan karyawan tetap PT ASL, melainkan pekerja subkontraktor (outsourcing). Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga kerja di perusahaan tersebut merupakan pekerja lepas yang kerap dihadapkan pada risiko keselamatan kerja tinggi.
Jika mengacu pada prinsip perusahaan profesional, sistem kerja dengan pekerja outsourcing biasanya memiliki kelemahan dalam pengawasan dan penerapan prosedur keselamatan kerja (K3). Hal itu juga diakui oleh salah seorang pekerja di sekitar lokasi bernama Amin.
“Karena hampir semua project di PT ASL kebanyakan Out Sourching, makanya keselamatan kurang diperhatikan,” kata Amin saat ditemui di depan PT ASL, Rabu (15/10/2025) siang.
Amin menilai, seharusnya perusahaan memberikan waktu jeda atau meliburkan aktivitas produksi pasca terjadinya kecelakaan kerja yang menewaskan banyak orang. Namun, hingga kini PT ASL tetap beroperasi seperti biasa.
“Kadang susah juga kami ini, semestinya perusahaan libur dululah beberapa hari. Tapi ini tidak, masih saja orang disuruh bekerja,” ujarnya.
Saat waktu istirahat siang, ratusan pekerja terlihat keluar dari area perusahaan untuk makan siang, sebelum kembali bekerja seperti hari normal. Pengamanan di pintu masuk diperketat, dengan banyak petugas sekuriti berjaga untuk mengantisipasi awak media yang mencoba masuk ke dalam kawasan perusahaan.
Dari dalam area PT ASL, terlihat mobil ambulans Rumah Sakit Bhayangkara, Tim Inafis Polresta Barelang, dan pasukan Dalmas keluar masuk lokasi dengan kecepatan tinggi. Beberapa ambulans terlihat membawa korban dari lokasi kejadian yang masih dalam proses evakuasi.
Sebelumnya, Satreskrim Polresta Barelang telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus ledakan kapal Federal II yang terjadi pada Selasa (24/6/2025) lalu. Kedua tersangka berinisial A dan F, yang diketahui menjabat sebagai Safety Officer di perusahaan tersebut.
Kapolresta Barelang Kombes Zaenal Arifin menyampaikan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah pemeriksaan terhadap 24 saksi, termasuk karyawan PT ASL Shipyard, PT Manchar Marine Batam (MMB), dan PT Ocean Pulse Solution (OPS).
“Kita sudah berkoordinasi dengan Jaksa, berkasnya tidak ada yang kurang,” ujar Zaenal, Senin (18/8) siang.
Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah tim penyidik mendapatkan bukti kuat dari hasil olah TKP yang dilakukan oleh Tim Inafis Mabes Polri, serta melalui beberapa kali gelar perkara yang memperkuat dugaan kelalaian dalam proses pengerjaan kapal.
“Hasil dari semua rangkaian proses itu, keduanya terbukti melakukan kelalaian sehingga terjadi ledakan,” katanya.
Menurut Zaenal, pelanggaran yang dilakukan kedua tersangka berkaitan dengan prosedur kerja yang tidak dijalankan sesuai ketentuan, sehingga memicu ledakan besar yang menyebabkan lima korban meninggal dunia pada saat itu.
“Karena itulah, dua karyawan Safety kita tetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Komentar Via Facebook :