Warga Jadi Korban Salah Sasaran Saat Bentrokan Dua Komunitas Ojol di Batam, Alami 15 Jahitan di Kepala
David tampak duduk lemah di sekitar Foodcourt 98 Utama, tak jauh dari lokasi bentrokan. Wajahnya terlihat murung, dan punggungnya masih terasa sakit akibat pukulan benda tumpul. (Foto: Tommy Purniawan/Batamnews)
Batam, Batamnews – Bentrokan antara dua komunitas pengemudi ojek online, Aliansi Driver Online Batam (ADOB) dan Komando, yang terjadi di depan Hotel Utama, Lubuk Baja, pada Minggu (12/10/2025) dini hari, menyisakan luka mendalam bagi warga sekitar.
Selain merusak sejumlah kendaraan dan menimbulkan korban jiwa dari kedua belah pihak, seorang warga bernama David turut menjadi korban salah sasaran hingga mengalami luka serius di bagian kepala.
Dengan kepala masih terbalut perban tebal, David tampak duduk lemah di sekitar Foodcourt 98 Utama, tak jauh dari lokasi bentrokan. Wajahnya terlihat murung, dan punggungnya masih terasa sakit akibat pukulan benda tumpul.
"Iya bang, jadi korban salah sasaran saya," kata David pelan, mengawali ceritanya.
Malam kejadian itu, David mengatakan dirinya hanya melintas di lokasi saat dua kelompok ojol tengah saling berhadapan. Sekitar pukul 02.00 WIB, bentrokan pecah di depan Hotel Utama, di mana kedua kelompok saling serang menggunakan batu dan kayu.
"Padahal saya lewat aja, saya ditangkap mereka lalu leher saya dipiting, kepala saya dipukuli batu. Bahkan punggung saya juga dipukul pakai broti," kenangnya.
David menjelaskan, alasan ia menjadi korban salah sasaran karena tidak mengenakan tanda pengenal di lengannya. Dalam bentrokan itu, kelompok Komando diketahui menggunakan tali rapia di lengan sebagai penanda.
"Karena saya tak pakai tanda ikatan tali rapia, makanya saya dipukuli mereka," ujarnya.
Setelah mendapat serangan bertubi-tubi, David berhasil melarikan diri dalam kondisi kepala berlumuran darah. Ia kemudian dilarikan oleh warga dan anggota Komando ke RS Elisabeth Batam, di mana perawat memastikan luka di kepalanya memerlukan 15 jahitan.
"Sampai rumah sakit perawat mengatakan, kalau jahitan di kepala saya ada 15 jahitan," kata David.
Hingga kini, David mengaku belum dimintai keterangan oleh penyidik Polsek Lubuk Baja. Biaya pengobatannya ditanggung oleh Komunitas Komando. Ia berharap agar peristiwa serupa tidak terulang lagi di Batam.
Sementara itu, pasca bentrokan, Polresta Barelang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Minggu siang. Di lokasi, terlihat motor Honda Beat BP 5296 AU milik anggota ADOB rusak parah setelah dibanting dan dirusak oleh sekelompok orang.
Di dekatnya juga tampak tumpahan bensin dan bebatuan, serta bekas posisi mobil Toyota Ayla yang sebelumnya dilaporkan dibalikkan massa.
Puluhan personel kepolisian dari Satuan Sabhara Polresta Barelang berjaga di area Hotel Utama untuk mengamankan situasi dan menunggu tim Inafis serta Satreskrim melakukan pemeriksaan.
Salah seorang korban kerusakan kendaraan, Teh Imas, menceritakan bahwa malam itu ia sedang mengantarkan pesanan makanan cepat saji menuju Tanjung Uma. Saat melintas di lokasi bentrokan, ia terjebak di tengah massa yang berkelahi.
"Padahal saya sempat larang mereka merusak motor saya, tapi motor saya diangkat lalu dijatuhkan hingga kondisinya rusak," tutur Imas, yang masih terlihat syok atas kejadian itu.
Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap dalang utama bentrokan yang menewaskan korban dan menyebabkan kerugian bagi warga sekitar. Polisi juga mengimbau para komunitas ojek online agar menahan diri dan tidak mudah terprovokasi demi menjaga keamanan di Kota Batam.

Komentar Via Facebook :