Kronologi Bentrokan ADOB dan Komando di Batam: Motor Dibanting, Mobil Dibalikan Massa
Tim Inafis Polresta Barelang Saat Akan Melakukan Olah TKP Didepan Hotel Utama. Foto : Tommy Purniawan
Batam, Batamnews - Setelah bentrokan antara kelompok pengemudi online ADOB dan Komando, polisi mulai memproses TKP di depan Hotel Utama, Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada Minggu siang 12 Oktober 2025.
Di tempat kejadian, terlihat sepeda motor Honda Beat hitam bernopol BP 5296 AU dalam kondisi rusak parah. Hampir seluruh bodi motor itu hancur setelah dibanting dan dirusak sejumlah orang yang diduga dari kelompok Komando.
Di samping motor itu, tercecer tumpahan bensin dan bebatuan—bekas tempat mobil Toyota Ayla yang dibalikkan sekelompok orang malam sebelumnya. Kedua kendaraan yang dirusak itu milik anggota ADOB.
Baca juga: Breaking News! Ratusan Driver Online Bentrok di Lubuk Baja Batam Dini Hari, Polisi Turun Tangan
Puluhan polisi dari Satuan Sabhara berjaga di lokasi, menunggu kedatangan Tim Inafis dan Sat Reskrim Polresta Barelang untuk memulai olah TKP.
Imas, pemilik motor yang rusak itu, bercerita bahwa malam itu ia sedang mengantar pesanan makanan ke Tanjung Uma. Saat melintas, ia terhalang sekelompok massa yang saling lempar batu.
Ia pun menghentikan motornya dan memarkirnya di tempat para anggota ADOB berkumpul. Tak lama, sejumlah orang dari Komando mendatanginya dan mulai merusak motornya.
“Saya sempat melarang, tapi mereka malah mengangkat dan menjatuhkan motor saya sampai rusak,” kata Imas.
Wanita asal Pasundan itu tak berdaya. Ia memilih lari karena takut menjadi korban pemukulan. Ia juga melihat orang-orang yang sama membalikkan mobil anggota ADOB yang diparkir di sana. “Mereka sekitar sembilan orang. Mobil itu sampai terbalik, ban di atas,” ujarnya.
Melihat situasi semakin mencekam, Imas dan teman-temannya lari ke arah belakang Nagoya Indah. Aksi saling lempar batu tak terhindarkan, warga yang tidak terlibat pun berusaha menyelamatkan diri. “Keadaan sudah kacau. Ada yang terluka kena batu,” katanya.
Baca juga: Korban Diajak ke Kos, Dirudapaksa dan Hamil: Polisi Tangkap Remaja 15 Tahun di Batu Ampar
Imas menyayangkan bentrokan antar-sesama pengemudi online ini. Akibatnya, sampai sekarang tak ada pengemudi yang berani lewat atau mengambil order di lokasi itu. Masyarakat pun jadi kesulitan mendapat layanan ojek online.
Sekitar pukul 13.00 WIB, Tim Inafis tiba dan memulai olah TKP di halaman Hotel Utama untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.

Komentar Via Facebook :