Viral ASN Perempuan Injak Al-Qur'an untuk Sumpah Bukan Selingkuh, Gus Fahrur "Jika Khilaf, Cukup Minta Maaf"
Video klarifikasi dan permintaan maaf dari ASN Bengkulu.
Bengkulu, Batamnews - Sebuah video yang beredar di media sosial memicu kemarahan banyak orang. Dalam rekaman itu, terlihat seorang perempuan yang diduga Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, menginjak kitab suci Al-Qur’an.
Perempuan itu tampak emosional. Ia mengaku melakukan hal tersebut karena merasa lelah terus dituduh berselingkuh. Dengan menginjak Al-Qur’an, ia ingin membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.
Merespons hal ini, Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur mengimbau masyarakat untuk tidak langsung bereaksi keras. Menurutnya, penting untuk memahami duduk persoalannya sebelum menghakimi.
Baca juga: Breaking News! Ratusan Driver Online Bentrok di Lubuk Baja Batam Dini Hari, Polisi Turun Tangan
Gus Fahrur menegaskan, Al-Qur’an adalah kitab suci yang dimuliakan umat Islam. Sengaja menginjaknya termasuk pelecehan terhadap simbol agama. Namun, jika perbuatan itu dilakukan tanpa kesengajaan, ia meminta masyarakat memberinya kesempatan untuk menjelaskan dan meminta maaf.
“Kalau dilakukan khilaf dan tidak sengaja, cukup minta maaf dan berjanji tidak mengulang. Bersumpah demi Allah sudah cukup untuk meyakinkan, tanpa perlu menginjak kitab suci,” ujarnya.
Pelaku yang berinisial VA pun telah meminta maaf secara terbuka. Dalam pernyataannya, ia mengakui telah berbuat keliru. Ia menjelaskan, saat itu dirinya sedang dalam kondisi tertekan akibat persoalan pribadi.
VA mengaku menginjak Al-Qur’an sebagai bentuk sumpah untuk membuktikan bahwa ia tidak bersalah. “Saya mohon maaf atas kesalahan ini,” katanya.
Baca juga: Korban Diajak ke Kos, Dirudapaksa dan Hamil: Polisi Tangkap Remaja 15 Tahun di Batu Ampar
Dalam video viral berdurasi 54 detik itu, VA terdengar berkata, “Aku bosan dituduh-tuduh terus. Aku capek. Aku injak Al-Qur’an ini sebagai bukti aku tidak selingkuh, dan kalau aku bersalah, aku kena laknat.”
Demikianlah kisah ini berlangsung: sebuah tindakan emosional yang berujung pada penyesalan, serta seruan untuk bijak menyikapi.

Komentar Via Facebook :