Walikota Batam Tinjau Rumah Pompa Rp18,2 Miliar di Jodoh, Berencana Bangun Lebih Banyak Lagi

Walikota Batam Tinjau Rumah Pompa Rp18,2 Miliar di Jodoh, Berencana Bangun Lebih Banyak Lagi

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, melakukan peninjauan langsung terhadap rumah pompa yang baru selesai dibangun di kawasan Pasar Jodoh, Jumat (3/10/2025).

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, melakukan peninjauan langsung terhadap rumah pompa yang baru selesai dibangun di kawasan Pasar Jodoh, Jumat (3/10/2025). Fasilitas senilai Rp18,2 miliar ini diharapkan menjadi solusi efektif mengatasi banjir yang kerap melanda kawasan padat aktivitas tersebut.

Rumah pompa antisipasi banjir yang dibangun oleh PT Karya Bintan dengan konsultan pengawas CV Prima Kreasi Arsindo Consultant ini telah selesai tepat waktu sesuai kontrak. Proyek yang dimulai pada Februari 2025 dengan masa pengerjaan 240 hari kalender ini dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam tahun anggaran 2025.

Menurut Amsakar, mekanisme kerja rumah pompa dirancang agar mampu langsung membuang air ke laut saat debit air meluap. Hasil uji coba operasional yang dilakukan menunjukkan kinerja yang sangat memuaskan.

"Hari ini pembangunan sudah selesai, bahkan pada uji coba dalam waktu 15 menit saja, debit air sudah bisa turun sekitar 10-15 sentimeter," ungkap Amsakar.

Ia menjelaskan, tim teknis akan terus melakukan pemantauan, terutama saat kondisi pasang tinggi, untuk memastikan kapasitas mesin benar-benar mampu meminimalisir genangan air di kawasan tersebut.

"Sejauh ini saya optimis dengan hasil uji coba. Mudah-mudahan ini memberi dampak positif terhadap upaya penyelesaian banjir di Batam," tambahnya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Suhar, membenarkan bahwa proyek dengan nilai Rp18.255.730.355,00 tersebut telah selesai tepat waktu pada 3 Oktober 2025 dan saat ini tengah dalam tahap commissioning test.

Jika hasilnya sesuai harapan, Pemerintah Kota Batam berencana memperbanyak pemasangan mesin pompa serupa di berbagai titik rawan banjir.

"Kita sudah pelajari model serupa di Marunda, dan jika berjalan baik di Batam, kita akan bangun lebih banyak lagi. Sistem ini akan kita integrasikan dari hulu hingga hilir," kata Amsakar.

Selain pompa utama, fasilitas berwarna putih kuning yang berdiri kokoh di kawasan Sungai Jodoh tersebut juga akan dilengkapi dengan pompa lumpur dan pintu air, sehingga efektivitas pengendalian banjir dapat lebih optimal. Upaya ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemko Batam dalam mengurangi titik-titik rawan banjir di berbagai wilayah.

Dalam kesempatan yang sama, Amsakar juga melakukan peninjauan terkait permasalahan kontainer yang diparkir di bahu jalan sekitar kawasan Pelabuhan Batu Ampar. Menurutnya, kondisi tersebut sudah di luar standar kepatutan dan menyalahi aturan.

"Seharusnya jalan bisa digunakan empat lajur, tetapi karena dipakai parkir kontainer, sekarang hanya tersisa dua lajur. Ini sangat mengganggu dan menimbulkan debu," tegasnya.

Ia meminta aparat terkait, termasuk Direktorat Keamanan dan Keselamatan Pelabuhan (Dirpam), Deputi Kepelabuhanan, dan Dinas Perhubungan, untuk segera mengambil tindakan tegas agar jalan tidak lagi digunakan untuk aktivitas yang tidak sesuai aturan.

Rumah pompa adalah fasilitas yang dirancang untuk mengatur dan mengontrol aliran air di suatu wilayah. Fasilitas ini sering digunakan di daerah perkotaan atau dataran rendah yang rentan terhadap banjir, sebagai bagian dari sistem drainase untuk mengalirkan air berlebih ke sungai atau laut.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :