Diduga Cabuli Anak Murid, Oknum Guru Ngaji di Sagulung Batam Diamankan Polisi

Diduga Cabuli Anak Murid, Oknum Guru Ngaji di Sagulung Batam Diamankan Polisi

Unit Reskrim Polsek Sagulung mengamankan pria berinisial M (56), seorang ustaz di Sei Lekop, Sagulung, Kota Batam. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Unit Reskrim Polsek Sagulung mengamankan pria berinisial M (56), seorang ustaz di Sei Lekop, Sagulung, Kota Batam. Ia diamankan polisi untuk menghindari amukan massa yang geram setelah muncul dugaan dirinya mencabuli sejumlah murid mengaji.

Aksi puluhan warga yang marah terekam dalam video, memperlihatkan mereka mendatangi rumah M yang berada tepat di depan tempat ia mengajar mengaji. Rumah bercat putih tersebut rusak parah dihantam batu dan kayu, sementara teriakan anak-istri pelaku terdengar jelas di tengah kericuhan warga.

Kapolsek Sagulung Iptu Husnul Afkar menjelaskan, setelah menerima laporan pada Jumat (26/9/2025) malam sekitar pukul 21.00 WIB, pihaknya langsung bergerak ke lokasi. Ia bersama anggotanya berusaha menenangkan warga dan segera mengamankan terduga pelaku.

"Saat ini M masih kita amankan di Polsek, untuk menghindari hal-hal tak diinginkan," kata Husnul, saat ditemui di Mapolsek Sagulung, Sabtu (27/9) siang.

Husnul menambahkan, pihaknya masih mendalami kasus ini dengan memeriksa saksi-saksi dan bukti yang ada.

"Hasil gelar nanti akan menentukan status M, jika terbukti akan kita tetapkan tersangka dan akan kita ekspos ke media," ujarnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga sudah menerima laporan resmi dari orang tua salah satu korban berinisial R. Hasil visum yang dikeluarkan rumah sakit turut dijadikan barang bukti untuk memperkuat laporan.

"Kita masih menunggu hasil penyelidikan penyidik, baru bisa jelas status M dan berapa orang yang menjadi korban," katanya.

Seorang oknum guru ngaji di Sei Lekop ini diduga mencabuli lima anak perempuan yang merupakan muridnya. Peristiwa itu langsung memicu kemarahan warga hingga berujung pada amukan massa, Jumat malam. Informasi yang beredar menyebutkan, warga yang curiga kemudian mendatangi rumah pelaku. Emosi yang memuncak membuat rumah tempat guru ngaji tersebut hancur dirusak warga.

Di media sosial, sebagian warganet menyayangkan aksi main hakim sendiri.

“Kalau mau hukum ustadznya saja, jangan rumahnya. Kasihan anak istrinya,” ujar salah satu warga.

Namun, tak sedikit pula yang mengaku geram atas perbuatan sang ustaz.

“Ya Allah, ngeri ya, padahal sudah jadi ustadz,” komentar warga lain.

Kasus ini kini dalam penanganan Polsek Sagulung. Polisi memastikan akan menuntaskan penyelidikan dengan prosedur hukum yang berlaku.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :