Rudi Antoro, Karyawan PLN Meninggal Dunia Diduga Tersengat Arus Listrik di Proyek Galian Batam
Anggota Polsek Batuaji saat melakukan olah TKP dilokasi kejadian Rudi Antoro karyawan PLN yang meninggal didalam PT PLTGU, Tanjung Uncang, Jumat (12/9) sore. Foto : IST
Batam, Batamnews - Dengan penuh duka, kami sampaikan berita meninggalnya Rudi Antoro, seorang karyawan PLN, di lingkungan PLTGU Tanjung Uncang. Hasil pemeriksaan tim medis menyatakan bahwa ia meninggal dunia akibat tersengat arus listrik saat sedang melaksanakan tugas.
Menurut Elin, Humas RSUD, rekan-rekan Rudi yang berada di lokasi kejadian langsung memberikan pertolongan pertama dengan Resusitasi Jantung Paru (RJP) setelah melihatnya tidak sadarkan diri. Saat tersengat, korban terjatuh ke genangan air di bawah tempatnya bekerja.
Awalnya, Rudi dibawa ke Puskesmas terdekat. Namun, karena kondisinya kritis, ia segera dirujuk ke RSUD Embung Fatimah untuk penanganan lebih lanjut.
Baca juga: Kronologi Karyawan PT PLTGU Tewas Tersetrum di Lubang Galian Batam
Tim medis menemukan luka di lengan bawah kanannya berukuran sekitar 13x4 cm, berwarna putih dengan area kemerahan di sekelilingnya. Diduga, luka ini berasal dari gesekan atau percikan saat ia menggunakan mesin gerinda.
Meskipun telah mendapatkan perawatan intensif, nyawa Rudi tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 15.38 WIB, sekitar satu jam setelah kejadian.
Berdasarkan informasi dari Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang, kejadian ini berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, Rudi bersama dua rekannya, Lukman Al Hakim dan Tris, sedang memperbaiki pipa GLP yang bocor di dalam lubang galian sedalam dua meter.
Baca juga: Ketua DPRD Batam Buka Suara: Gaji Kotor Anggota Capai Rp39 Juta, Take Home Pay Cuma Rp15 Juta
Saat melakukan pengukuran dan pemotongan material dengan gerinda, Rudi tiba-tiba terkejut, tersengat arus listrik, dan terjatuh ke dalam galian bersama alat yang digunakannya.

Komentar Via Facebook :