Sempat Hilang Sejak Naik Ojek Online, Guru di Batam Ditemukan di Tanjungpinang

Sempat Hilang Sejak Naik Ojek Online, Guru di Batam Ditemukan di Tanjungpinang

Sri saat ditemukan di salah satu hotel di Tanjungpinang. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Unit Reskrim Polsek Sekupang telah resmi menerima laporan orang hilang atas nama Sri Hardiani, Sabtu (6/9/2025) dinihari. Sebelum meninggalkan rumah dan suaminya, korban diketahui sering mengeluhkan jauhnya tempat tinggal dengan lokasi tempat ia mengajar.

Menurut Kapolsek Sekupang Kompol Hipal Tua Sirait melalui Kanit Reskrim Polsek Sekupang Ipda Riyanto, laporan yang masuk awalnya baru berupa pengaduan masyarakat (Dumas) sehingga belum menjadi laporan resmi karena korban belum 1x24 jam meninggalkan rumah.

"Tapi pengaduannya tetap kita terima dan kita juga melakukan penyelidikan," kata Riyanto, Senin (8/9/2025) pagi.

Dumas tersebut dibuat oleh keluarga korban pada hari Sabtu dan dilaporkan langsung oleh suaminya. Dari hasil keterangan sejumlah saksi, korban beberapa hari terakhir memang kerap mengeluhkan jarak antara tempat tinggal dan tempatnya bekerja.

"Masalah keluarga tidak ada, cuma istri sering ngeluh kalau tempat kerja jauh dari rumah," katanya.

Hingga saat ini, jajaran Polsek Sekupang telah memeriksa sejumlah saksi. Dari keterangan para guru, diketahui korban tidak masuk ke sekolah untuk mengajar sejak pagi hingga sore hari. Informasi inilah yang kemudian membuat sang suami panik karena korban tidak bisa dihubungi sama sekali.

"Suami dan guru-guru ikut mencari korban hingga malam hari, barulah suaminya membuat Dumas," ujarnya.

Keesokan harinya, Senin (8/9/2025), muncul informasi baru bahwa korban berhasil diketahui keberadaannya dan berada di Tanjungpinang. Suami korban segera berangkat menjemput dan direncanakan siang itu korban tiba kembali di Batam.

"Meski masih Dumas, kita akan periksa korban dan suaminya. Apakah ada unsur pidana atau tidak, kita akan periksa korban dan suaminya saat sampai Batam," katanya.

Sebelumnya, suami korban sempat membagikan kronologi hilangnya Sri Hardiani sejak Sabtu pagi, 6 September 2025. Korban terakhir terlihat saat menggunakan layanan ojek online Maxim menuju sebuah SMP di Tanjung Buntung tempatnya mengajar. Namun, hingga siang hari korban tidak kunjung tiba di sekolah.

Rekan-rekan guru kemudian datang ke rumah korban untuk menjenguk bayi mereka yang baru pulang dari rumah sakit. Dari merekalah sang suami mengetahui bahwa istrinya sama sekali tidak masuk ke sekolah pada hari itu. Sejak saat itu, komunikasi terputus total. Nomor telepon korban tidak aktif, sementara berbagai upaya pelacakan tidak membuahkan hasil.

Keluarga sempat melakukan langkah darurat mulai dari melacak melalui Find My Device, email, hingga history Maps. Mereka juga menghubungi Polresta Batam, IGD sejumlah rumah sakit, memeriksa riwayat BPJS, hingga mencoba menelusuri CCTV. Namun upaya tersebut terhambat karena nomor polisi kendaraan driver ojek online belum teridentifikasi. Keluarga juga mengaku kesulitan menghubungi Customer Service Maxim untuk mendapatkan data driver yang mengantar korban.

Meski laporan resmi sudah dibuat ke pihak kepolisian, sang suami sebelumnya sempat memohon bantuan masyarakat. Ia berharap warga Batam dan sekitarnya bisa membantu menyebarkan informasi keberadaan istrinya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :