Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos Karimun
Proses evakuasi jenazah Imes dari kamar kos ke RSUD muhammad Sani (Foto: Batamnews)
Batamnews, Karimun – Suasana kos-kosan di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Tanjungbalai, Kecamatan Karimun, mendadak heboh pada Kamis malam, 28 Agustus 2025. Seorang pria yang baru beberapa hari menempati kamar di sana ditemukan sudah tidak bernyawa.
Pria tersebut dikenal sehari-hari dengan panggilan Imes. Ia baru tinggal sekitar tiga hari di kos tersebut dan diketahui bekerja sebagai pengemis di kawasan Pasar Puan Maimun.
Kapolsek Balai Karimun, AKP Andri Yusri, menceritakan penemuan ini bermula dari kecurigaan pemilik kos, Nasrul, dan istrinya, Nurinas. Sejak pagi, pintu kamar korban tertutup rapat dan tidak ada jawaban saat dipanggil.
“Sekitar pukul 21.15 WIB, setelah beberapa kali dipanggil tidak ada jawaban, pintu kamar akhirnya dibuka paksa dengan disaksikan Ketua RT dan anggota Polsek Balai Karimun. Saat itulah korban ditemukan sudah meninggal dunia,” jelas AKP Andri, Jumat (29/8/2025).
- Pria bernama Imes ditemukan meninggal di kamar kos Jalan Teuku Umar, Karimun, Kamis malam (28/8/2025).
- Pintu kamar dibuka paksa karena sejak pagi tidak ada respon dari korban.
- Korban ditemukan duduk di tepi kasur dengan kepala menunduk.
- Baru tiga hari tinggal di kos, sehari-hari bekerja sebagai pengemis di Pasar Puan Maimun.
- Hasil visum: tubuh sudah membusuk, bibir dan kuku membiru, tidak ada tanda kekerasan.
- Korban diketahui sering batuk dan sesak napas.
- Barang diamankan: tas, pakaian, uang Rp282.500, dan ponsel.
- Identitas lengkap korban belum terungkap.
- Jenazah dibawa ke RSUD Muhammad Sani, Karimun.
Korban ditemukan dalam posisi duduk di tepi kasur dengan kepala menunduk. Ia mengenakan kaos panjang putih-kuning dan celana panjang yang digulung.
Tim identifikasi Satreskrim Polres Karimun bersama tenaga medis langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah ke RSUD Muhammad Sani. Hasil visum menunjukkan tubuh korban sudah dalam kondisi pembusukan lanjut, bibir dan kuku membiru, serta terdapat bintik perdarahan.
“Namun tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” tegas Kapolsek.
Dari keterangan saksi, korban diketahui sering mengeluh batuk dan sesak napas. Barang-barang miliknya juga diamankan polisi, mulai dari tas, pakaian, uang tunai Rp282.500, hingga sebuah ponsel.
Hingga kini, identitas lengkap korban belum terungkap. Pemeriksaan sidik jari melalui Inafis Portable System tidak membuahkan hasil. Jenazah masih berada di Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Muhammad Sani, Karimun.

Komentar Via Facebook :