Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal Dunia di Ruko Karimun, Diduga Idap Penyakit dan Gangguan Mental

Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal Dunia di Ruko Karimun, Diduga Idap Penyakit dan Gangguan Mental

Penemuan mayat pria paruh baya di sebuah ruko di Jalan Nusantara, Karimun, pada Kamis (21/8/2025), menggegerkan warga sekitar. (Foto: Edo/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Karimun, Batamnews – Penemuan mayat pria paruh baya di sebuah ruko di Jalan Nusantara, Karimun, pada Kamis (21/8/2025), menggegerkan warga sekitar. Korban diketahui bernama Supriady (56), warga asal Tembesi Lestari, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, yang selama ini tinggal seorang diri di ruko tersebut.

Kapolsek Balai Karimun, AKP Andri Yusri, mengatakan korban diduga meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Dari keterangan keluarga, Supriady diketahui mengidap gangguan mental sejak lama dan jarang berinteraksi dengan kerabat.

"Menurut keterangan keluarganya, korban mengalami gangguan mental sejak lama, dan selalu menolak jika keluarga datang untuk menemuinya," jelas AKP Andri.

Hasil visum et repertum dokter RSUD Muhammad Sani Karimun menunjukkan korban telah meninggal lebih dari tiga hari sebelum ditemukan.

"Korban meninggal lebih kurang 5–7 hari berdasarkan adanya larva lalat (belatung). Mayat sudah dalam kondisi pembusukan lanjut, dan terlihat kebiruan pada kuku tangan serta kaki," ungkapnya.

Korban terakhir kali terlihat oleh keluarganya pada Senin, 18 Agustus 2025. Sejak itu, ia tidak lagi keluar rumah hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia dalam keadaan mengenaskan. Saat dievakuasi, tubuh korban ditemukan terlungkup tanpa baju, hanya mengenakan celana pendek warna kuning di lantai dua ruko.

Penemuan bermula ketika seorang warga yang melintas mencium bau busuk menyengat dari arah ruko, disertai dengan adanya bercak darah di lantai depan bangunan tersebut. Warga lalu melapor kepada masyarakat sekitar dan menghubungi Bhabinkamtibmas Polsek Balai.

Polisi bersama tim identifikasi segera mendatangi lokasi dan mengevakuasi jenazah ke RSUD Muhammad Sani Karimun untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, sehingga kuat dugaan korban meninggal karena faktor penyakit.

Supriady diketahui belum menikah dan hidup seorang diri di ruko tersebut. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kondisi kesehatan, terutama bagi warga yang tinggal sendiri.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :