Keluarga Curigai Kematian Ignasius, Diduga Dipaksa Menyelam Cari Balon Penyangga Tongkang
Tim Gabungan Saat Mengevakuasi Ignasius dari dalam kawasan PT Lestari Ocean Indonesia, Sagulung.
Batam, Batamnews – Kematian Ignasius (43) di kawasan PT Lestari Ocean Indonesia, Sagulung, pada Senin (18/8/2025) lalu menimbulkan tanda tanya besar bagi pihak keluarga. Mereka menduga korban bukan meninggal karena terjatuh saat bekerja, melainkan dipaksa oleh atasannya untuk menyelam mencari balon penyangga yang tersangkut di bawah lambung tongkang.
Kecurigaan itu disampaikan langsung oleh Robert, perwakilan keluarga korban. Ia menyebut peristiwa berawal sejak tiga hari sebelum kejadian, ketika dilakukan pekerjaan menurunkan kapal tongkang ke laut.
"Saat kapal tongkang turun ke laut, ada satu balon penyangga tersangkut di lambung tongkang," ujarnya, Rabu (20/8/2025) siang.
Menurut Robert, pihak manajemen kemudian menyuruh Ignasius bersama beberapa rekannya untuk menyelam mencari balon tersebut. Namun, saat proses penyelaman, korban tidak muncul kembali ke permukaan.
"Tapi balon tersangkut di tengah tongkang, terlalu dalam, dan saat itu abang hilang saat menyelam," ujarnya.
Robert menegaskan, korban meninggal bukan karena jatuh saat bekerja sebagaimana diberitakan, melainkan saat menyelam tanpa menggunakan peralatan keselamatan.
"Karena didesak mencari balon itulah, makanya kakak saya berusaha mencari karena merasa tanggung jawab," katanya.
Ia juga mengungkap adanya kejanggalan lain. Saat keluarga berusaha masuk ke area galangan, mereka sempat dihalangi pihak sekuriti dengan alasan pencarian sudah dilakukan.
"Malam itu kami sempat paksa masuk sekitar jam tiga dini hari, tidak ada satupun petugas yang terlihat menyelam. Bahkan tongkang sudah digeser, padahal abang kami masih hilang,” ujarnya.
Robert berharap pihak manajemen memberikan penjelasan terbuka mengenai kronologi sebenarnya dan aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini untuk memberikan keadilan bagi keluarga.
Setelah pencarian panjang, Tim Gabungan Basarnas, Polairud, Pos AL Sagulung, serta nelayan setempat berhasil menemukan jasad Ignasius pada Selasa (19/8/2025) pagi sekitar pukul 09.30 WIB, atau 18 jam setelah dilaporkan hilang.
Kapolsek Sagulung Iptu Husnul Afkar membenarkan kabar penemuan tersebut.
"Korban telah ditemukan oleh Tim Gabungan pagi tadi," ujarnya.
Husnul menambahkan, penanganan lebih lanjut kini ditangani oleh Sat Reskrim Polresta Barelang. Jasad korban juga sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani autopsi.
Diberitakan sebelumnya, Ignasius dilaporkan terjatuh ke laut sekitar pukul 15.00 WIB saat melakukan perbaikan kapal tongkang. Pencarian intensif dilakukan oleh tim SAR gabungan sejak hari itu, hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Komentar Via Facebook :