Maafin Aku ya, Udah Enggak Sanggup Lagi Berpura-kura Kuat di Hadapan Kalian
Siluet RRS di sebuah kesempatan (Foto: Batamnews)
Batam, Batamnews – Peristiwa tragis di Jembatan I Barelang yang menewaskan RRS (23) menyisakan pesan mendalam. Sebelum melompat ke laut pada Senin (11/8) dini hari, RRS sempat menuliskan curahan hatinya di akun Instagram. Pesan itu, yang diunggah tak lama sebelum kejadian, kini menjadi catatan terakhirnya bagi keluarga, teman, dan orang-orang terdekat.
Permintaan Maaf dan Pengakuan Penyakit
Dalam unggahan tersebut, RRS membuka pesan dengan permintaan maaf kepada semua orang yang mungkin pernah ia sakiti melalui ucapan atau perilakunya. Ia kemudian mengungkapkan bahwa dirinya menderita penyakit asam lambung kronis yang, menurutnya, tidak dapat disembuhkan kecuali melalui operasi. Kondisi kesehatan itu membuatnya terpuruk dan kehilangan semangat hidup.
RRS mengaku memendam masalah ini sendirian karena tak berani bercerita kepada siapa pun. Ia menulis, di saat-saat sulit, dirinya hanya membutuhkan dukungan keluarga. Namun, kedua orang tuanya telah tiada. Satu-satunya keluarga terdekat yang kerap memberi nasihat baik adalah sang kakak, yang juga ia mintai maaf karena tak pernah terbuka soal penyakitnya.
Pesan untuk Teman dan Masyarakat
Dalam pesannya, RRS menyampaikan peringatan kepada teman-temannya agar tidak menormalisasi kebiasaan melewatkan makan demi hal-hal yang disebutnya “kepentingan bodoh” seperti judi online atau mengejar asmara yang belum jelas ujungnya. Ia menekankan agar tidak menormalisasi pandangan bahwa laki-laki tidak boleh bercerita tentang masalah pribadi.
- Pesan Terakhir di Instagram Permintaan maaf kepada semua teman atas ucapan atau perilaku yang pernah menyakiti.
- Mengungkap menderita asam lambung kronis yang, menurutnya, hanya bisa disembuhkan lewat operasi.
- Mengaku memendam masalah sendiri karena tak berani bercerita.
- Orang tua sudah tiada, hanya memiliki kakak yang sering memberi nasihat.
- Pesan kepada teman-teman: Jangan menormalisasi laki-laki memendam masalah.
- Jangan menunda makan demi judi online atau asmara yang belum jelas.
- Kalimat penutup: “RRS udah nggak sanggup pura-pura kuat lagi di hadapan kalian semua.”.
“Apapun masalahnya, jangan dipendem sendiri, nggak enak rasanya, cuy,” tulisnya sambil menambahkan sapaan hangat bagi teman-teman yang selama ini baik kepadanya. Ia mengaku beruntung pernah mengenal banyak orang baik yang membuatnya merasa tidak sendirian.
Keputusan Mengakhiri Hidup
Meski merasa beruntung atas pertemanan yang ia miliki, RRS akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Ia menulis bahwa dirinya sudah tidak sanggup lagi berpura-pura kuat di hadapan orang lain. “Maafin RRS ya teman-teman udah ngambil jalan ini, karena RRS udah nggak sanggup pura-pura kuat lagi di hadapan kalian semua,” ungkapnya di akhir pesan.
Penemuan Jasad
Usai kejadian, Tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif di perairan sekitar Jembatan I Barelang. Pencarian yang sempat terkendala arus deras dan jarak pandang terbatas itu akhirnya membuahkan hasil pada Selasa (12/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Jasad RRS ditemukan sekitar 500 meter dari titik ia diduga melompat dan kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kepri.
Pesan terakhir ini menambah duka mendalam bagi orang-orang yang mengenalnya, sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesehatan mental, dukungan keluarga, dan ruang aman untuk bercerita.

Komentar Via Facebook :