Aku Mana Tahan, Bang..." – Adik Korban Ungkap Kepedihan di Balik Tragedi Jembatan Barelang
Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi terhadap jasad Rahul yang melompat dari Jembatan Barelang.
Batam, Batamnews – Tragedi meninggalnya Rivaldo Rahul Septiawan (23), pemuda asal Sei Beduk, Batam, yang diduga bunuh diri dengan melompat dari Jembatan Barelang I (Fisabilillah) pada Senin, 11 Agustus 2025 dini hari, terus menyisakan duka mendalam bagi keluarga.
Unggahan terakhir Rahul di Instagram @rhlsptwn, yang berisi permintaan maaf dan curahan hati tentang perjuangannya melawan penyakit asam lambung kronis, viral di media sosial.
Yang membuat publik semakin tersentuh adalah balasan dari akun @esmelvyyy_ yang mengaku sebagai adik kandung Rahul. Dalam komentar panjang penuh emosi, sang adik menyampaikan penyesalan dan kesedihan yang mendalam.
"Aku adek kandungnya, maafin ya bang kalo aku sebagai adek kurang baik dan kurang perhatian sama abang..." tulisnya.
Ia mengungkapkan betapa hancurnya hatinya melihat sang kakak mengakhiri hidup dengan cara seperti ini. Ia juga menyayangkan kesibukan masing-masing yang membuat mereka jarang berkomunikasi.
"Kita sama-sama sibuk kerja dan gapernah ngumpul bersama... Adek mana yang ga hancur kalo abangnya seperti ini?"
Sang adik juga mempertanyakan mengapa Rahul lebih memilih bercerita kepada teman dekat daripada kepada keluarga sendiri. Ia berharap bisa mengulang waktu dan mendengarkan semua keluh kesah sang kakak.
Rahul dilaporkan hilang setelah terlihat di Jembatan Barelang I. Motornya ditemukan masih terparkir di lokasi dengan kunci tergantung di kotak. Setelah pencarian, jenazahnya ditemukan pada Selasa, 12 Agustus 2025 pukul 14.30 WIB sekitar 500 meter dari jembatan.
Petugas menemukan beberapa barang pribadi di motor Rahul, termasuk dompet berisi KTP, kartu Jamsostek, kartu berobat, serta botol minuman beralkohol jenis whisky.
Baca juga: Kronologi Lengkap Penemuan Pemuda yang Loncat dari Jembatan Barelang, Korban Tewas
Kasus ini masih dalam penyelidikan, namun keluarga dan kerabat telah menyampaikan duka mendalam. Ungkapan sang adik menjadi pengingat betapa pentingnya komunikasi dan perhatian dalam keluarga.
"Abang, masih ada jalan lain kan? Masih ada keluarga besar di sini, ada aku..."
Semoga tragedi ini menjadi pelajaran bagi banyak orang untuk lebih peka terhadap kondisi kesehatan mental orang terdekat.

Komentar Via Facebook :