Lima Unit AC Radioterapi RSUD Raja Ahmad Tabib Digondol Maling, Aksi Pelaku Terekam CCTV

Lima Unit AC Radioterapi RSUD Raja Ahmad Tabib Digondol Maling, Aksi Pelaku Terekam CCTV

Kondisi Lokasi Peletakan AC RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepri, Porak Poranda Setelah Disatroni Maling, Sabtu (02/08/2025) dini hari. (foto. batamnews.co.id).

Rhuuzi Wiranata

Tanjungpinang, Batamnews - Aksi pencurian terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (2/8/2025) dini hari. Sebanyak lima unit Air Conditioner (AC) outdoor di ruang radioterapi raib digondol kawanan pencuri.

Direktur RSUD Raja Ahmad Tabib, Bambang, membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan bahwa aksi pencurian itu dilakukan oleh empat orang pelaku yang menyelinap masuk ke kawasan rumah sakit sekitar pukul 02.00 WIB.

"Iya, lima unit AC ruangan Radioterapi hilang dicuri. Ada empat pelaku yang terekam CCTV. Mereka mengambil lima AC itu hanya dalam waktu sekitar setengah jam saja," ungkap Bambang saat diwawancarai batamnews.co.id, Senin (4/8/2025).

Dari rekaman CCTV yang diperoleh redaksi, tampak keempat pelaku dengan sigap memanjat tangga besi dan langsung mencopot lima unit AC dari lokasi. Aksi mereka terekam jelas oleh kamera pengawas milik rumah sakit.

Bambang menambahkan, akibat kejadian tersebut pihak rumah sakit mengalami kerugian materi yang cukup besar. Lima unit AC yang dicuri merupakan aset milik pemerintah.

"Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah karena barang yang dicuri merupakan inventaris pemerintah, atau aset negara," tegasnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, pihak rumah sakit telah melakukan evaluasi sistem keamanan dengan memperketat penjagaan, khususnya di area belakang yang diduga menjadi jalur masuk para pelaku.

"Kami sudah menambah petugas keamanan di pintu belakang, dan penjagaan akan terus kami perketat," ujar Bambang.

Pihak RSUD juga telah melaporkan peristiwa ini ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Tanjungpinang guna penyelidikan lebih lanjut.

"Kami sudah buat laporan ke Polresta Tanjungpinang dan berharap para pelaku bisa segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku," pungkasnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :