Nonton Video Sabung Ayam Saat Sidang, Anggota DPR Filipina Kena Callout!
Seorang anggota DPR dari Filipina saat menonton video sabung ayam saat sidang (Foto: X)
Batam, Batamnews – Sebuah media lokal Filipina memberitakan seorang Anggota DPR Filipina Nicanor Briones (AGAP Party-list) berpotensi menghadapi penyelidikan etik setelah ketahuan menonton video latihan adu ayam di ponselnya saat sidang paripurna berlangsung.
Ketua Komite Etik dan Hak Istimewa DPR, JC Abalos (4Ps Party-list), menyatakan pada Jumat, Agustus 2025 bahwa insiden ini ditanggapi serius dan mungkin akan diselidiki secara resmi.
"Saya ingin semua orang tahu bahwa kami tidak mengabaikan insiden ini. Komite Etik akan menjalankan tugas kami dengan sungguh-sungguh," tegas Abalos dalam wawancara daring dengan media.
Baca juga: Tampang Pelaku Penembakan di Manhatan: Polisi Tewas dalam Serangan, Istri Sedang Hamil Anak Ketiga
Briones mengaku pada 30 Juli bahwa ia memang menonton video terkait adu ayam saat pemilihan Ketua DPR pada 28 Juli.
Ia beralasan bahwa video itu dikirim kerabat yang mendorongnya membeli ayam jago dan ikut serta dalam turnasi tradisional. Namun, ia menyangkal terlibat dalam online sabong (adu ayam daring) atau aktivitas ilegal sejenis.
Meski komite etik belum sepenuhnya terbentuk, Abalos mengatakan akan mengingatkan semua anggota DPR untuk menjaga sikap profesional, baik di dalam maupun luar gedung parlemen.
"Kami menuntut akuntabilitas publik dan sikap yang pantas dari para anggota dewan, tidak hanya di sidang tetapi juga di luar," ujarnya.
Abalos menegaskan bahwa investigasi akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. "Kesalahan tidak bisa diperbaiki dengan kesalahan lain," tambahnya.
Ia juga mengusulkan pembentukan badan independen untuk menangani pelanggaran etik oleh anggota DPR. Badan ini akan memberi rekomendasi kepada Komite Etik guna memperkuat transparansi dan akuntabilitas di parlemen.
Baca juga: Penembakan Massal di Pasar Or Tor Kor Bangkok: 5 Tewas, Pelaku Bunuh Diri
Sementara itu, Abalos menahan diri untuk berkomentar lebih jauh terkait kontroversi Briones, menunggu proses resmi penyelidikan.
"Mengenai insiden 28 Juli, saya harus berhati-hati dalam memberi pendapat karena keputusan harus berdasarkan fakta dan prosedur yang benar," jelasnya.
Sejumlah anggota DPR, termasuk Rolando Valeriano (Ketua Komite Keamanan dan Ketertiban Umum), mengecam tindakan Briones sebagai "tidak pantas dan tidak pada tempatnya."
Komite Etik DPR secara resmi dibentuk pada 30 Juli dengan Abalos sebagai ketuanya. Anggota komite saat ini masih dalam proses seleksi.
Komentar Via Facebook :