Kawanan Rompak Sadis di Perairan Kepri: Gunakan Sabu Sebelum Beraksi, Nekat Terjun ke Laut Jika Terancam

Kawanan Rompak Sadis di Perairan Kepri: Gunakan Sabu Sebelum Beraksi, Nekat Terjun ke Laut Jika Terancam

Kawanan Pelaku saat digiring saat akan diekspos ke awak media di Mapolairud Polda Kepri. (Foto: Tommy Purniawan/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Aksi kejahatan laut kembali menggemparkan Kepulauan Riau. Kawanan perompak komplotan inisial P yang telah beraksi puluhan kali di perairan Selat Pulau Nipah akhirnya berhasil dibongkar oleh Direktorat Polair Polda Kepri. Fakta mengejutkan terungkap: komplotan ini menggunakan narkoba jenis sabu-sabu sebelum melakukan aksinya, serta memodifikasi senjata api rakitan untuk mengintimidasi korban.

"Mereka menggunakan narkoba terlebih dahulu, baru melakukan perompakan," ujar Direktur Polair Polda Kepri Kombes Handono Subiakto, Senin (14/7/2025) siang.

Hal tersebut dibuktikan dari pengakuan para pelaku dan temuan empat paket kecil sabu-sabu yang diamankan dari pelaku berinisial F. Handono menyebut kawanan ini sudah menjalankan aksinya sejak tahun 2017 dan tercatat sudah 55 kali merompak kapal di wilayah perairan Kepri.

"Yang ke-56 aksinya berhasil kami gagalkan," tegasnya.

Tidak hanya mengonsumsi narkoba, komplotan ini juga dikenal sangat nekat dan sadis. Mereka tak segan melompat ke laut jika kondisi terdesak atau mendapat perlawanan dari awak kapal yang menjadi korban.

"Pelaku akan lompat dari atas kapal, lalu dijemput oleh tekong yang menunggu di bawah kapal. Karena itu, pelaku S yang bertugas sebagai tekong sangat ahli dan paham alur laut saat beraksi. Sehingga tidak ada pelaku yang hilang di lautan usai melompat," jelas Handono.

Senjata yang digunakan oleh para pelaku pun tidak main-main. Dari keterangan pelaku, mereka memakai pistol rakitan yang telah dimodifikasi menjadi senjata berpeluru tajam. Namun saat penangkapan, senjata tersebut tertinggal dan kini polisi masih memburu pembuat modifikasi senjata itu.

Modus operandi komplotan ini pun tergolong lihai. Mereka mencari target secara acak, terutama kapal-kapal yang melintas perlahan di Selat Pulau Nipah dengan kecepatan hanya 5 knot. Saat kapal melambat, para pelaku mendekat dan langsung naik ke kapal untuk melakukan penjarahan.

"Biasanya kawanan ini beraksi saat merasa aman dan tidak ada petugas, lalu mereka langsung beraksi," tambahnya.

Meski kawasan Selat Pulau Nipah telah dijaga ketat oleh petugas dari Angkatan Laut, KPLP, Dirpolair Polda Kepri, hingga Bea dan Cukai, para pelaku tetap berani beraksi di saat petugas lengah.

"Makanya kita ke depan akan tingkatkan koordinasi lagi agar kejadian serupa tidak terulang," tutup Handono.

 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :