Warga Kavling Plus Marina Resah Akibat Pematangan Lahan Resapan Air Picu Banjir

Warga Kavling Plus Marina Resah Akibat Pematangan Lahan Resapan Air Picu Banjir

Pantauan lokasi penimbunan resapan air di Marina yang dikeluhkan warga Kavling Plus dan Kampung Capung. Foto : Tommy Purniawan

Nurjali

Batam, Batamnews - Warga Kavling Plus Marina dan Kampung Capung semakin resah akibat pematangan lahan di area yang sebelumnya berfungsi sebagai daerah resapan air. Lahan tersebut kini perlahan ditimbun oleh pengembang, mengakibatkan banjir setiap kali hujan lebat.  

Pantauan di lokasi menunjukkan, belasan truk hilir mudik mengangkut pasir untuk penimbunan lahan yang rencananya akan dibangun perumahan. 

Aktivitas ini tidak hanya menimbulkan debu yang mengotori jalanan, tetapi juga menyebabkan jalan becek saat hujan akibat lalu lintas kendaraan berat.  

Baca juga: Warga Patam Lestari Resah Akibat Penimbunan Sungai Ilegal, Banjir Mengancam

Andi, salah seorang warga, mengungkapkan bahwa proyek ini telah berlangsung selama dua bulan terakhir. Truk-truk tersebut mengangkut tanah untuk menimbun lahan resapan air, lalu meratakannya dengan alat berat.  

"Kami dulu aman-aman saja. Sejak ada proyek ini, kami jadi sering kebanjiran setiap kali hujan," ujarnya pada Minggu, 6 Juli 2025 siang.  

Selain banjir, Andi menyebutkan bahwa pembangunan ini—yang belum diketahui identitas pengembangnya—telah merusak jembatan hingga putus. Warga berharap ada tindakan nyata dari BP Batam maupun Pemerintah Kota Batam.  

"Kami tidak mempermasalahkan proyek ini, tetapi dampak lingkungan harus diperhatikan. Jangan sampai merugikan warga sekitar," tegasnya.  

Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, mengakui bahwa keluhan warga, termasuk dari para ketua RT dan RW, telah banyak disampaikan.  

Baca juga: PT DIA Dilaporkan ke KLHK: Reklamasi di Teluk Tering Diduga Rusak Ekosistem Pesisir

"Kami akan menindaklanjuti laporan ini ke dinas terkait karena pembangunan ini memang dikeluhkan oleh perangkat setempat," katanya.  

Ketika ditanya apakah Kelurahan telah menerima pemberitahuan terkait proyek tersebut, Syamsuddin mengaku tidak ada komunikasi dari pengembang.  

"Tidak ada pemberitahuan sama sekali, tetapi proyek tetap berjalan. Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi," pungkasnya. 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :