Pasar Mahasiswa STTI Tanjungpinang ke-8, Laboratorium Bisnis Nyata Cetak Generasi Muda Entrepreneur
Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia (STTI) Tanjungpinang kembali mengukir prestasi dengan sukses menyelenggarakan Pasar Mahasiswa STTI ke-8. (Foto: istimewa)
Tanjungpinang, Batamnews - Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia (STTI) Tanjungpinang kembali mengukir prestasi dengan sukses menyelenggarakan Pasar Mahasiswa STTI ke-8. Acara yang berlangsung selama dua hari pada 28-29 Juni 2025 di halaman Kampus STTI Jalan Pompa Air ini menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan dunia pendidikan dengan praktik kewirausahaan nyata.
Pasar Mahasiswa STTI ke-8 bukan sekadar bazaar biasa, melainkan wujud nyata komitmen institusi pendidikan dalam mencetak generasi muda berjiwa entrepreneur. Kegiatan yang telah menjadi tradisi tahunan ini memposisikan STTI sebagai pelopor bazar kampus di Kota Tanjungpinang, sekaligus menjadi model integrasi pendidikan teoritis dengan praktik bisnis langsung.
Acara pembukaan berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah tamu kehormatan dari berbagai unsur pemerintahan dan yayasan. Ketua Yayasan Penelitian & Pengembangan Komputer Indonesia (YPPKI), Ibu Syamsiah Frederick, SE, MM, hadir sebagai perwakilan tertinggi yayasan. Turut menghadiri acara ini adalah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau, Bapak Novianto, SE, M.Si, yang hadir mewakili Gubernur Kepulauan Riau, serta Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Tanjungpinang, Bapak Yoni Fadri, ST, yang mewakili Wali Kota Tanjungpinang.
Dalam sambutannya, para pejabat menyampaikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi STTI dalam membentuk generasi muda bermental wirausaha. Mereka menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
Ketua Yayasan YPPKI, Ibu Syamsiah Frederick, memberikan pandangan strategis mengenai pentingnya kegiatan ini.
"Pasar Mahasiswa seperti ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi pelaku usaha yang tangguh dan inovatif. Kami sangat mengapresiasi semangat para dosen yang mengarahkan mahasiswa untuk belajar langsung dari praktik, bukan hanya teori," ungkapnya.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi filosofi pendidikan STTI yang mengutamakan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), di mana mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen pengetahuan, tetapi juga produktor nilai ekonomi riil.
Pasar Mahasiswa STTI ke-8 menampilkan kemeriahan luar biasa dengan 55 stand usaha yang dikelola langsung oleh mahasiswa dari berbagai jurusan. Keragaman produk dan layanan yang ditawarkan mencerminkan kreativitas dan inovasi generasi muda dalam merespons kebutuhan pasar lokal.
Selama dua hari penyelenggaraan, kegiatan tidak hanya berfokus pada transaksi jual-beli, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai aktivitas pendukung seperti kompetisi stand terbaik dan hiburan akustik yang memeriahkan suasana.
Kompetisi stand terbaik menjadi ajang adu kreativitas dalam hal display produk, strategi pemasaran, dan pelayanan pelanggan.
Berdasarkan data yang dilansir Radio Republik Indonesia (RRI), perputaran ekonomi selama dua hari acara mencapai belasan juta rupiah. Angka ini menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat Tanjungpinang terhadap produk-produk hasil karya mahasiswa, sekaligus membuktikan potensi besar ekonomi kreatif di kalangan generasi muda.
Yang membuat Pasar Mahasiswa STTI ke-8 istimewa adalah integrasinya dengan kurikulum akademik. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari ujian akhir mata kuliah Kewirausahaan, di bawah bimbingan Mulyadi Tan, Para mahasiswa diwajibkan menjalani proses bisnis secara komprehensif, mulai dari penciptaan produk, pembangunan brand, penyusunan strategi marketing, hingga penjualan langsung ke publik.
Metodologi pembelajaran ini mengadopsi pendekatan holistik yang memungkinkan mahasiswa mengalami seluruh siklus bisnis dalam konteks nyata. Mereka tidak hanya belajar teori manajemen dan pemasaran di ruang kelas, tetapi juga merasakan langsung tantangan dan dinamika pasar sesungguhnya.
Proses ini dimulai jauh sebelum hari H pelaksanaan, di mana mahasiswa harus melakukan riset pasar, analisis kompetitor, pengembangan produk, penetapan harga, hingga strategi promosi. Selama dua hari pelaksanaan, mereka berperan sebagai entrepreneur sesungguhnya yang harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari manajemen stok, pelayanan pelanggan, hingga pengelolaan keuangan.
Pasar Mahasiswa STTI ke-8 memberikan dampak positif yang multidimensional. Dari perspektif pendidikan, kegiatan ini berhasil menciptakan pembelajaran kontekstual yang bermakna, di mana mahasiswa dapat mengaplikasikan teori bisnis dalam situasi riil.
Pengalaman ini sangat berharga dalam membangun kepercayaan diri dan mental kewirausahaan yang akan berguna di masa depan.
Dari sisi ekonomi, acara ini berhasil menggerakkan roda perekonomian lokal dalam skala mikro.
Selain perputaran uang yang mencapai belasan juta rupiah, kegiatan ini juga memberikan stimulus bagi UMKM lokal yang menjadi supplier bahan baku dan pendukung usaha mahasiswa.
Dampak sosial yang tak kalah penting adalah terciptanya ruang interaksi antara komunitas kampus dengan masyarakat umum. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat melihat langsung kualitas dan kreativitas mahasiswa STTI, sekaligus memberikan dukungan moral bagi perkembangan pendidikan tinggi di daerah.
Pasar Mahasiswa STTI ke-8 sekali lagi membuktikan bahwa kegiatan akademik berbasis praktik nyata mampu mencetak generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing tinggi. Keberhasilan acara ini memperkuat posisi STTI sebagai institusi pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan industri dan tantangan zaman.
Tradisi yang telah berjalan selama delapan tahun ini menjadi bukti konsistensi STTI dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus. Dengan dukungan penuh dari yayasan, pemerintah daerah, dan masyarakat, Pasar Mahasiswa STTI diharapkan akan terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi kreatif di Kepulauan Riau.
Ke depan, kegiatan ini berpotensi menjadi model yang dapat diadopsi oleh institusi pendidikan lain dalam mengintegrasikan pendidikan kewirausahaan dengan praktik bisnis nyata. Semangat inovasi dan kreativitas yang ditunjukkan mahasiswa STTI menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk berani bermimpi dan mewujudkan ide-ide bisnis mereka.
Komentar Via Facebook :