Warga Tanjung Uma Keluhkan Krisis Air Bersih, Sumur Mulai Mengering

Warga Tanjung Uma Keluhkan Krisis Air Bersih, Sumur Mulai Mengering

Warga Kelurahan Tanjung Uma, Kota Batam, Kepulauan Riau, kini menghadapi krisis air bersih yang semakin memburuk. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Warga Kelurahan Tanjung Uma, Kota Batam, Kepulauan Riau, kini menghadapi krisis air bersih yang semakin memburuk. Pasokan air bersih telah terhenti total selama lima hari berturut-turut, memaksa ribuan kepala keluarga mengandalkan air sumur yang kini mulai mengering.

Menurut keterangan salah satu warga Tanjung Uma yang tidak ingin disebutkan namanya, kondisi pasokan air di wilayah mereka sudah bermasalah sejak lama. Sebelum terjadi pemadaman total, warga hanya bisa mendapatkan air pada pukul 01.00 dini hari ke atas, itupun harus menggunakan mesin pompa Sanyo untuk dapat menyedot air.

"Lima hari bang mati total. Sebelumnya kami cuma bisa dapat air itu di jam 1 malam ke atas, itu pun harus pakai mesin Sanyo nariknya. Kalau gak pakai gak dapat air," ungkap warga tersebut, Senin (30/6/2025).

Krisis air bersih ini semakin diperparah dengan mulai mengeringnya sumur-sumur milik warga. Kondisi ini memaksa masyarakat Tanjung Uma untuk membeli air bersih dengan harga yang relatif mahal bagi ekonomi mereka.

Warga yang sama menjelaskan bahwa sebelumnya mereka masih bisa bersabar dengan mengandalkan satu sumur yang digunakan bersama-sama oleh beberapa keluarga. Namun, ketika sumur tersebut mulai kering, kesabaran warga pun mulai habis.

"Satu sumur rame-rame itu karena masih sabar kami bang, tapi sumur kering hilang lah kesabaran kami," tambah warga tersebut dengan nada frustrasi.

Kondisi darurat ini memaksa warga Tanjung Uma yang sebelumnya tidak pernah membeli air bersih, kini harus mengeluarkan biaya tambahan untuk kebutuhan air sehari-hari. Hal ini tentu memberatkan kondisi ekonomi masyarakat setempat.

Saat ini, warga Tanjung Uma hanya bisa berharap pada sumur-sumur yang masih memiliki air untuk dapat digunakan bersama. Namun, jika sumur-sumur tersebut juga mengering, mereka tidak memiliki pilihan lain selain membeli air dengan harga yang cukup memberatkan.

Krisis air bersih ini tentunya berdampak signifikan terhadap aktivitas sehari-hari warga, mulai dari kebutuhan mandi, mencuci, memasak, hingga ibadah. Banyak keluarga yang harus mengatur ulang pola konsumsi air mereka dan mencari alternatif sumber air bersih.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :