Ratusan WNI Dideportasi dari Malaysia, Tiba di Batam Center – Termasuk Anak-anak
Sebanyak 232 Warga Negara Indonesia (WNI) kembali dideportasi dari Malaysia saat berada di Pelabuhan Internasional Batam Center.
Batam, Batamnews – Sebanyak 232 Warga Negara Indonesia (WNI) kembali dideportasi dari Malaysia dan tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center pada Kamis, 12 Juni 2025.
Kelompok tersebut terdiri dari 156 pria, 67 perempuan, dan 7 anak-anak yang sebelumnya ditahan di tujuh rumah detensi imigrasi di Semenanjung Malaysia.
Pemulangan massal ini difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru. Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) diberangkatkan dari dua pelabuhan berbeda di Johor, yaitu Pasir Gudang dan Stulang Laut, menuju Batam menggunakan kapal terpisah.
Baca juga: Kisah Ajaib Vishwash Kumar Ramesh, Satu-Satunya yang Selamat dari Kecelakaan Air India AI171
Menurut Leny Marliani, Pelaksana Fungsi Konsuler KJRI Johor Bahru, sebanyak 150 orang dipulangkan melalui program penghantaran pulang tahanan dari berbagai depot imigrasi, seperti Bukit Jalil, Tanah Merah, Langkap, dan Pekan Nenas.
Sementara itu, 82 orang lainnya kembali secara mandiri atau dengan biaya dari KJRI Johor Bahru.
Hingga kini, KJRI Johor Bahru telah memfasilitasi pemulangan 2.926 PMI. Leny juga menegaskan bahwa pihaknya menerima laporan resmi dari otoritas imigrasi Malaysia mengenai status deportan, termasuk yang telah menyelesaikan hukuman, memiliki kerentanan fisik atau psikologis, atau pulang atas biaya sendiri.
Indra, petugas BP3MI Wilayah Batam Kota, menyatakan bahwa mayoritas PMI yang dipulangkan melanggar ketentuan administrasi di Malaysia. Ia mengakui bahwa jumlah deportasi kali ini lebih tinggi dibandingkan biasanya.
Baca juga: Dampak Proyek PSN: Suku Laut Batam Kehilangan Mata Pencaharian Akibat Kerusakan Lingkungan
"Kami masih melakukan pendataan rinci, tetapi sebagian besar kasusnya berkaitan dengan dokumen kerja yang tidak lengkap," ujar Indra.
Syahbandar Pelabuhan Internasional Batam Center, Erik Mario, melaporkan bahwa pemulangan berjalan lancar dengan dua kali kedatangan kapal. Kapal pertama tiba pukul 13.30 WIB, disusul kapal kedua pada pukul 14.00 WIB.
"Seluruh proses berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti," kata Erik.

Komentar Via Facebook :