Lima Sektor Penyumbang PAD Batam, Pariwisata Masih Jadi Andalan

Lima Sektor Penyumbang PAD Batam, Pariwisata Masih Jadi Andalan

Jembatan Barelang, salah satu ikon Kota Batam. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Sektor pariwisata tetap menjadi salah satu penyumbang utama dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam. Hal ini ditegaskan langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dalam keterangannya pada Jumat (16/5/2025).

"Ini pencapaian yang patut disyukuri dan terus dijaga. Pariwisata adalah satu dari lima komponen utama PAD kita," ungkap Amsakar.

Posisi strategis Batam sebagai gerbang masuk wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, menjadi faktor kunci keberhasilan sektor ini. Letak geografis yang menguntungkan didukung oleh infrastruktur yang memadai membuat kota ini mudah diakses dari berbagai daerah.

"Aksesibilitas melalui pelabuhan dan bandara sangat mendukung kedatangan wisatawan," jelas Amsakar.

Berdasarkan data yang disampaikan, hingga pertengahan tahun 2025, Batam telah berhasil mencatatkan 1,3 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan tiga juta wisatawan domestik. Capaian ini menempatkan Batam di posisi kedua atau ketiga secara nasional dalam hal jumlah kunjungan wisatawan.

Selain pariwisata, empat komponen utama lain yang menjadi tulang punggung PAD Kota Batam adalah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Penerangan Jalan (PPJ), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta pajak hotel dan restoran.

Tantangan Efisiensi Anggaran

Meski demikian, sektor pariwisata Batam kini menghadapi tantangan baru akibat kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025. 

Dampaknya mulai terasa dengan berkurangnya kegiatan seremonial yang biasanya diselenggarakan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di hotel-hotel lokal.

Menanggapi hal tersebut, Amsakar menyatakan kesiapannya untuk mendengarkan keluhan dari pelaku usaha hotel dan mencari solusi bersama. "Jika pelaku usaha hotel mengeluhkan hal ini, tentu akan kami bahas bersama untuk mencari solusi terbaik," tutur Amsakar.

Sektor Swasta Sebagai Penopang

Di tengah tantangan tersebut, sektor swasta masih menjadi penopang utama industri pariwisata Batam, terutama melalui kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Berbagai event yang diselenggarakan secara rutin oleh industri shipyard, manufaktur, dan elektronik turut berkontribusi dalam menggerakkan roda ekonomi di sektor pariwisata.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam, M Aidil Sahalo, melaporkan adanya tren penurunan pada tingkat hunian hotel berbintang. Data menunjukkan penurunan dari 48,36 persen pada Februari menjadi 46,25 persen pada Maret 2025, atau turun sebesar 2,11 persen.

"Pariwisata akan terus menjadi perhatian demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan," kata Aidil.

Penurunan Kunjungan Wisatawan

Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Pada Februari tercatat sebanyak 104.684 kunjungan, namun angka ini menurun menjadi 100.279 pada Maret, atau turun sekitar 4,21 persen.

Aidil mengakui bahwa kebijakan efisiensi anggaran ikut berkontribusi terhadap tren penurunan ini. Meskipun demikian, ia menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus menjaga ke stabilitan sektor pariwisata sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Batam.

Dengan berbagai upaya dan inovasi yang terus dikembangkan, pemerintah Kota Batam optimis sektor pariwisata akan tetap menjadi andalan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di masa mendatang.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :