Kampung Sawah, Oase Pedesaan di Tengah Kota Batam yang Edukatif dan Ramah Keluarga

Kampung Sawah, Oase Pedesaan di Tengah Kota Batam yang Edukatif dan Ramah Keluarga

Suasana kampung sawah Batam. (Foto: @kampungsawah_btm)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Siapa sangka di balik hiruk pikuk kota industri Batam, terdapat sebuah destinasi wisata yang menghadirkan suasana pedesaan yang asri dan menenangkan. Terletak di Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kampung Sawah menjadi pilihan menarik bagi warga Batam yang rindu kampung halaman atau ingin memberikan pengalaman edukatif kepada anak-anak mereka.

Dengan tiket masuk hanya Rp10 ribu per orang, pengunjung bisa menikmati suasana alam yang sejuk, hamparan sawah buatan, serta berbagai aktivitas seru dan edukatif. Tak hanya cocok untuk keluarga, tempat ini juga sering dikunjungi oleh rombongan sekolah hingga wisatawan mancanegara dari Malaysia, Singapura, Belanda, dan Australia.

Menurut pengelola Kampung Sawah, Parno, tempat ini awalnya merupakan lokasi wisata pohon jambu madu. Namun seiring waktu, mereka memiliki ide untuk mengembangkan konsep baru yang lebih unik.

“Awalnya ini wisata jambu madu. Tapi kami melihat di Batam tidak ada sawah, banyak anak-anak yang bahkan tidak tahu bentuk padi itu seperti apa. Dari situlah tercetus ide membuat Kampung Sawah,” ujar Parno beberapa waktu lalu.

Kampung Sawah kini juga menjadi destinasi edukatif bertajuk “Dari Sawah ke Meja Makan” yang dirancang khusus untuk siswa sekolah. Anak-anak diajak mengenal proses penanaman padi, mulai dari mengolah lahan, menyemai benih, menanam, memanen, hingga menggiling padi menjadi beras dan menikmati nasi hasil jerih payah mereka sendiri.

“Semua proses ini mereka lakukan sendiri, termasuk menggiling padi dengan mesin yang sudah kami sediakan. Ini jadi pengalaman yang sangat membekas,” jelas Parno.

Selain edukasi, anak-anak juga bisa bermain labirin, memberi makan ikan, bahkan menangkap ikan langsung dengan tangan kosong—sebuah kegiatan yang jarang ditemukan di tengah kota.

Untuk kegiatan edukasi, Kampung Sawah menyediakan tiga jenis paket:

  • Paket A: Rp20 ribu per orang (hanya edukasi),
  • Paket B: Rp30 ribu (edukasi dan sarapan pagi dengan makanan tradisional seperti jagung rebus dan ubi),
  • Paket C: Rp60 ribu (paket lengkap: edukasi, sarapan pagi dan makan siang).

Jika ingin beristirahat bersama keluarga, tersedia pondok kecil seharga Rp80 ribu dan pondok besar seharga Rp350 ribu. Pengunjung juga bisa menikmati sajian kuliner khas seperti lele, gurame, nila, ayam, dan aneka seafood dengan harga mulai Rp25 ribu.

Parno menyebutkan bahwa jumlah pengunjung meningkat signifikan di akhir pekan dan hari libur. “Sebelum pandemi, pengunjung bisa tembus dua ribu orang di akhir pekan. Sekarang mulai kembali ramai, bisa sampai seribu orang,” ungkapnya.

Salah satu pengunjung, Ayu, mengaku terharu bisa merasakan kembali nuansa pedesaan yang telah lama ia rindukan.

“Sudah lama nggak pulang kampung. Tapi di sini, suasana pedesaan, sawah, pepohonan, semuanya mengobati rindu saya. Kalau kangen kampung, pasti saya ke sini,” ujarnya sambil tersenyum.

Kampung Sawah menjadi bukti bahwa suasana kampung tidak hanya bisa dinikmati di pedalaman, tapi juga bisa hadir di tengah kota seperti Batam. Bagi yang ingin berlibur sambil belajar dan melepas penat dengan nuansa alami, destinasi ini layak masuk daftar kunjungan Anda.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :