Pertama di Indonesia, Smelter Hilirisasi Pasir Kuarsa Direncanakan Bakal Dibangun di Natuna

Pertama di Indonesia, Smelter Hilirisasi Pasir Kuarsa Direncanakan Bakal Dibangun di Natuna

Bupati Natuna, Cen Sui Lan, saat menerima kunjungan investor pembangunan KEK industri hilirisasi pasir kuarsa, pada Senin, 14 April 2025. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Natuna, Batamnews – Sebuah tonggak baru dalam industri pengolahan mineral Indonesia akan segera terwujud di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Untuk pertama kalinya di Indonesia, akan dibangun smelter hilirisasi pasir kuarsa dalam kawasan ekonomi khusus (KEK). 

Rencana ambisius ini disampaikan langsung oleh Bupati Natuna, Cen Sui Lan, usai menerima kunjungan investor pembangunan KEK industri hilirisasi pasir kuarsa, pada Senin, 14 April 2025.

Pertemuan penting ini digelar di ruang rapat Kantor Bupati Natuna. Dalam kesempatan tersebut, Cen Sui Lan mendengarkan secara langsung paparan dan presentasi dari para investor, yakni Aliang dan Robinson Tan, yang merupakan pimpinan dan tim dari PT Vendoor Eco Batam Indonesia.

PT Vendoor Eco Batam Indonesia akan menjadi pihak pemrakarsa dalam pembangunan KEK industri smelter hilirisasi pasir kuarsa di Natuna. Dalam sesi presentasi tersebut, Bupati Natuna turut didampingi oleh Koordinator Staf Khusus Hadi Candra serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna.

Bupati Cen Sui Lan mengungkapkan harapannya agar pembangunan smelter ini dapat segera direalisasikan.

“Sesuai perintah Presiden Prabowo dan RPJMN tentang hilirisasi produk mineral kritis, agar masyarakat dan rakyat Indonesia menerima manfaat yang lebih. Sebagai dampak positif kebijakan negara yang mulai melarang bahan Sumber Daya Alam mentah diekspor ke luar negeri,” jelas Cen Sui Lan saat memberikan keterangan, Selasa, 15 April 2025.

Untuk mewujudkan kebijakan ini, Cen Sui Lan memberikan dukungan penuh kepada investor dan mendorong agar proses administrasi segera diselesaikan.

“Saya sebagai Bupati (Natuna) akan selalu mempermudah segala bentuk dukungan dan perizinan lainnya. Agar investasi bisa direalisasikan di Natuna. Bahkan nanti, saya sendiri akan menghadap Pak Airlangga Hartarto sebagai Ketua Dewan Nasional KEK yang juga Menko Perekonomian guna mewujudkan smelter hilirisasi pasir kuarsa ini,” tegas Cen Sui lan.

Lebih lanjut, Cen juga mengimbau agar perusahaan-perusahaan pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah Natuna segera beradaptasi dengan kebijakan hilirisasi ini.

“Saya akan beri kesempatan mereka untuk menyesuaikan perintah Presiden Prabowo mengenai hilirisasi sumber daya mineral ini. Agar negara dan rakyat bisa menerima manfaat yang lebih. Sehingga kita dapat bersaing dan pendapatan negara. Serta retribusi semakin meningkat. Selanjutnya, dipergunakan untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Cen Sui Lan menambahkan.

Smelter hilirisasi pasir kuarsa yang akan dibangun ini direncanakan berada di atas lahan seluas 577 hektare. Di kawasan ini, nantinya akan berdiri pabrik kaca berbagai jenis yang diproyeksikan menyerap banyak tenaga kerja lokal.

“Ke depan, Pemkab Natuna segera juga menyiapkan pelatihan-pelatihan bagi warga Natuna usia produktif. Sehingga, KEK industri di Natuna akan merekrut tenaga kerja lokal dalam jumlah yang banyak. Kualifikasi keterampilan putra putri Natuna harus kita siapkan,” demikian Cen Sui Lan Bupati Natuna.

Dengan dimulainya pembangunan smelter hilirisasi pasir kuarsa ini, Natuna diprediksi akan menjadi pionir nasional dalam transformasi industri pengolahan mineral yang bernilai tambah tinggi, sekaligus membuka peluang besar bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :