Semarak Sambut Malam 7 Likur dan Idul Fitri di Pancur Lingga Utara, Pemuda Bangun Gerbang Megah Penuh Cahaya
Pintu gerbang yang tengah disiapkan oleh pemuda Pancur. (Foto: istimewa)
Lingga, Batamnews – Semangat gotong royong dan kreativitas pemuda Pancur, Lingga Utara, Kabupaten Lingga kembali terlihat dalam menyambut malam 7 Likur di bulan Ramadan dan Idul Fitri. Tahun ini, mereka membangun gerbang khas yang dihiasi dengan lampu warna-warni dan ornamen islami, menjadikan suasana Ramadan semakin semarak dan penuh makna.
Gerbang 7 Likur ini berdiri megah di Jembatan 1 Pasar Pancur, menjadi simbol kebersamaan dan semangat menjaga tradisi yang telah berlangsung turun-temurun. Ketua kegiatan, Ombeng, mengungkapkan bahwa pembangunan gerbang ini merupakan hasil kerja sama para pemuda yang terus dijaga dari tahun ke tahun.
"Saat ini, pengerjaan gerbang baru mencapai 50 persen, tetapi saya yakin dengan semangat gotong royong dan dukungan masyarakat setempat, gerbang ini akan selesai dengan sukses. Kami bahkan melakukan penggalangan dana dan kadang harus patungan antar pemuda untuk mewujudkannya. Kami ingin menjaga tradisi ini tetap hidup. Setiap tahun, gerbang dibuat dengan desain yang berbeda agar semakin menarik dan memberikan nuansa khas Ramadan," ujar Ombeng, Senin malam, 17 Maret 2025.
Tak hanya sekadar hiasan, Gerbang 7 Likur juga menjadi simbol persatuan dan kebersamaan warga. Teguh Bakti Mandiri, pemuda dari Masjid Al-Falah Pancur, mengapresiasi inisiatif ini.
"Gerbang ini bukan hanya dekorasi, tetapi juga menjadi tanda bahwa semangat persatuan dan gotong royong masih terjaga. Tradisi ini harus terus dilestarikan agar tidak hilang ditelan zaman," katanya.
Malam 7 Likur merupakan momen spesial di akhir Ramadan, di mana umat Islam meningkatkan ibadah dan menghiasi lingkungan dengan lampu-lampu warna-warni dan lentera. Tradisi ini terus dijaga oleh masyarakat Pancur sebagai bagian dari warisan budaya.
Menurut Rendi, tokoh pemuda setempat, antusiasme pemuda dalam pembangunan gerbang ini begitu tinggi, bahkan mereka rela bekerja hingga tengah malam.
"Dengan adanya Gerbang 7 Likur ini, kita bisa melihat betapa semangat pemuda dalam melestarikan tradisi sangat luar biasa. Ini yang kami harapkan, semakin banyak generasi muda yang ikut berpartisipasi dalam menjaga warisan budaya dan memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat," ujar Rendi.
Baca juga: Jadwal Terbaru Operasional KMP Senangin Rute Telaga Punggur - Dabo Singkep - Kuala Tungkal
Tak hanya pemuda, warga Pancur Lingga Utara dari berbagai kalangan juga turut serta dalam memeriahkan tradisi ini. Para orang tua ikut serta dengan memberikan ide desain, bahan bangunan, dan dukungan moral agar pembangunan gerbang semakin lancar.
Antusiasme yang tinggi ini menunjukkan bahwa tradisi 7 Likur bukan hanya milik generasi muda, tetapi juga warisan yang diwariskan lintas generasi. Warga berharap agar tradisi ini terus dijaga dan dikembangkan dengan inovasi baru di masa depan.
"Semoga di tahun-tahun berikutnya, semakin banyak inovasi dan semangat kebersamaan dalam menyambut malam 7 Likur. Tradisi ini adalah bagian dari identitas kita, dan kita semua bertanggung jawab untuk melestarikannya," tutup Rendi.
Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, Malam 7 Likur di Pancur menjadi bukti nyata bagaimana masyarakat bisa bersatu dalam menjaga tradisi Islam yang kaya akan nilai budaya dan spiritual.

Komentar Via Facebook :