Karantina Periksa 540 Ton Kakao Kepri Sebelum Ekspor ke Prancis, Kanada, dan AS

Karantina Periksa 540 Ton Kakao Kepri Sebelum Ekspor ke Prancis, Kanada, dan AS

Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) melakukan pemeriksaan terhadap 540 ton olahan kakao yang akan diekspor ke Prancis, Kanada, dan Amerika Serikat. 

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) melakukan pemeriksaan terhadap 540 ton olahan kakao yang akan diekspor ke Prancis, Kanada, dan Amerika Serikat. 

Pemeriksaan tersebut berlangsung di Pos Pelayanan Pelabuhan Batu Ampar pada Sabtu, 15 Maret 2025, guna memastikan kelayakan dan kualitas produk sebelum dikirim ke pasar internasional.

Dengan nilai ekspor mencapai sekitar Rp111 miliar, proses pemeriksaan mencakup verifikasi dokumen dan inspeksi fisik. Kepala Karantina Kepri, Herwintarti, menegaskan bahwa setiap produk ekspor harus memenuhi standar negara tujuan agar tidak mengalami penolakan.

"Jadi setiap eksportasi harus dipastikan selain dokumen sesuai, juga komoditas bebas dari OPTK, jangan sampai ditolak saat sampai di negara tujuan," ungkap Herwintarti dalam keterangan tertulis.

Baca juga: Karantina Kepri Periksa 200 Ton Biji Kakao dari Pantai Gading, Pastikan Bebas Hama Berbahaya

Menurutnya, pengguna jasa bisa melakukan permohonan tindakan karantina secara daring darimanapun dan kapanpun. Kemudian setelah dicek kelengkapan dokumennya, petugas karantina secara aktif dapat melakukan pemeriksaan fisik di tempat pemilik untuk memastikan bahwa komoditas bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), sehingga bisa mempercepat proses logistik di pelabuhan. 

Selain itu, menurutnya layanan karantina juga sudah terintegrasi dengan sistem di kementerian terkait lainnya seperti melalui SSMQC dan CQIP.

"Persyaratan ekspor, terutama persyaratan pitosanitari tentu mengikuti persyaratan negara tujuan, tujuannya agar produk dapat diterima negara pengimpor, nah karantina memastikan itu," pungkas Herwintarti.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :