Pria Membawa Bendera Palestina Memanjat Menara Elizabeth Big Ben, Negosiasi Masih Berlangsung

Pria Membawa Bendera Palestina Memanjat Menara Elizabeth Big Ben, Negosiasi Masih Berlangsung

Seorang pria yang membawa bendera Palestina berhasil memanjat Menara Elizabeth, yang lebih dikenal sebagai Big Ben, pada Sabtu pagi (8 Maret). 

Nurjali

Jakarta, Batamnews - Seorang pria yang membawa bendera Palestina berhasil memanjat Menara Elizabeth, yang lebih dikenal sebagai Big Ben, pada Sabtu pagi 8 Maret 2025. 

Pria tersebut dilaporkan memanjat menara dengan kaki telanjang dan hingga saat ini masih menolak untuk turun meskipun telah dilakukan berbagai upaya negosiasi oleh petugas darurat dan mediator.

Insiden ini dimulai sekitar pukul 07.20 pagi, ketika pria tersebut memanjat menara ikonik di London itu. Dalam sebuah video yang diunggah di Instagram, pria itu menyatakan bahwa ia akan turun "sesuai dengan syaratnya sendiri". 

Baca juga: Hong Kong Akan Pecat 10.000 Pekerjaan Sipil dan Fokus pada Pengembangan AI untuk Atasi Defisit

Dalam rekaman tersebut, terlihat petugas negosiator yang berada di platform tangga udara mencoba membujuknya turun sambil menyatakan kekhawatiran atas luka di kaki pria tersebut dan pakaiannya yang dinilai tidak cukup hangat untuk suhu yang semakin dingin setelah matahari terbenam. 

Namun, pria itu bersikeras bahwa dirinya aman dan mengatakan, "Saya akan turun sesuai syarat saya sendiri. Tapi saat ini, saya aman. Jika kalian mendekati saya, kalian justru membahayakan saya dan saya akan memanjat lebih tinggi."

Video langsung di Instagram yang direkam oleh pria tersebut menunjukkan dirinya berjalan di Westminster Bridge sebelum akhirnya memasuki area Gedung Parlemen. Di lokasi, sekelompok pendukung Palestina juga terlihat memberikan dukungan dengan meneriakkan yel-yel bersama pria tersebut.

Akibat insiden ini, tur ke Gedung Parlemen hari ini terpaksa dibatalkan. Anggota Parlemen dari Partai Konservatif, Ben Obese-Jecty, mempertanyakan bagaimana pria tersebut bisa dengan mudah memasuki area parlemen. 

Ia menulis di platform X (sebelumnya Twitter), "Setiap hari di Parlemen, saya melihat puluhan polisi bersenjata berpatroli di Portcullis House dan area parlemen. Di mana mereka hari ini? Pada Senin, harus ada penjelasan lengkap kepada anggota parlemen dan staf tentang bagaimana protester ini bisa lolos dari keamanan dengan mudah."

Seorang juru bicara parlemen menyatakan, "Kami menyadari adanya insiden di area parlemen pagi ini, yang sedang ditangani oleh Metropolitan Police dengan bantuan dari London Fire Brigade dan London Ambulance Service. Parlemen sangat serius dalam hal keamanan, namun kami tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut mengenai detail langkah keamanan yang diambil."

Sementara itu, Metropolitan Police mengonfirmasi bahwa mereka menerima laporan tentang pria yang memanjat Menara Elizabeth pada pukul 07.24 pagi. 

Petugas polisi, bersama dengan petugas pemadam kebakaran dan ambulans, masih berusaha menyelesaikan insiden ini dengan aman. London Fire Brigade (LFB) juga telah mengerahkan tim dari beberapa pemadam kebakaran di London, termasuk Lambeth, Chelsea, Soho, dan Islington.

Selama berada di menara, pria tersebut terus merekam dirinya secara langsung dan terdengar mengatakan, "Saya tidak akan pergi" serta meneriakkan "bebas, bebaskan Palestina". 

Ia juga menyatakan bahwa aksinya ini dilakukan sebagai bagian dari gerakan pro-Palestina dan sebagai bentuk protes terhadap penangkapan brutal terhadap para pengunjuk rasa damai. 

"Saya membawa protes ini ke pusat demokrasi di Inggris. Saya melakukan ini karena cinta pada kemanusiaan," ujarnya.

Baca juga: Pemimpin Arab Ngamuk! Segera Gelar Pertemuan Darurat Bahas Rencana Trump Kuasai Gaza

Seorang juru bicara dari Palestine Action menyatakan dukungannya terhadap aksi pria tersebut, menyebutnya sebagai "tindakan berani". 

Mereka juga mengapresiasi seruannya untuk membebaskan tahanan politik, termasuk 18 aktivis yang saat ini ditahan dengan tuduhan terkait terorisme karena dianggap merugikan perusahaan senjata Israel.

Insiden ini telah memicu berbagai reaksi di media sosial. Beberapa netizen mengkritik aksi pria tersebut, sementara yang lain mempertanyakan keamanan di sekitar Gedung Parlemen. 

Metropolitan Police juga telah mengambil langkah pencegahan dengan membatasi lokasi unjuk rasa pro-Palestina yang rencananya akan digelar di dekat sinagog di pusat London. Unjuk rasa tersebut dianggap berpotensi mengganggu ibadah Shabbat di sinagog terdekat.

Polisi menegaskan bahwa mereka menghargai hak masyarakat untuk berunjuk rasa, namun harus mengambil langkah untuk mencegah gangguan serius. 

"Kami telah mengidentifikasi area yang cukup dekat dengan Portland Place di mana unjuk rasa dapat berlangsung," kata juru bicara Metropolitan Police.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :