Alasan Efisiensi Anggaran 2025 Dispora Minta Cabor Cari Sponsor Swasta

Alasan Efisiensi Anggaran 2025 Dispora Minta Cabor Cari Sponsor Swasta

Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI yang berlangsung di Kota Batam.

Nurjali

Batam, Batamnews - Kebijakan efisiensi anggaran yang akan diterapkan secara nasional mulai tahun 2025 dipastikan berdampak pada pembinaan olahraga di Kepulauan Riau (Kepri). 

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kepri, Muhammad Ikhsan, mengungkapkan bahwa dana untuk cabang olahraga (cabor) di bawah KONI Kepri akan mengalami penurunan. 

Hal ini mendorong setiap cabor untuk mencari dukungan dari pihak swasta atau yang sering disebut sebagai 'bapak angkat'.

Ikhsan menegaskan bahwa meskipun bantuan pemerintah tetap ada, jumlahnya tidak akan sebesar tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu, ia berharap setiap cabor mulai menjalin kerja sama dengan pengusaha untuk memastikan keberlanjutan pembinaan atlet.

Baca juga: Usep RS Kembali Pimpin KONI Kepri untuk Periode 2025-2029

"Bantuan pemerintah untuk KONI tetap ada, tapi tentu tidak sama seperti tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.

Ketika ditanya apakah pemotongan anggaran akan memengaruhi kualitas prestasi olahraga, Ikhsan menjelaskan bahwa hal tersebut bergantung pada kesiapan masing-masing cabang olahraga dalam mencari sumber pendanaan lain selain pemerintah.

"Cabang olahraga tidak hanya mengandalkan pemerintah. Tentunya mereka tetap akan melakukan pelatihan dan pembinaan secara mandiri," tambahnya.

Mengenai besaran pemotongan anggaran, Ikhsan belum dapat memastikan jumlahnya. Ia hanya menyebut bahwa pada tahun sebelumnya, alokasi anggaran lebih besar karena adanya Pekan Olahraga Nasional (PON).

"Tahun ini kita juga mempersiapkan bonus bagi atlet yang berprestasi di tahun kemarin, tetapi belum tahu kapan akan diberikan," katanya.

Ikhsan juga menekankan peran pihak swasta dalam mendukung dunia olahraga di Kepri. Ia berharap ada keterlibatan 'bapak angkat' atau sponsor dari kalangan pengusaha untuk membantu pembinaan atlet.

"Pemerintah tetap akan membantu melalui KONI, tetapi diharapkan masing-masing cabang olahraga dapat menjalin kerja sama dengan pengusaha dalam pembinaan olahraga," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kepri, Usep RS, menyatakan bahwa efisiensi anggaran ini menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan inovasi. 

Ia mengungkapkan telah berdiskusi dengan Gubernur Kepri, Ketua DPRD, dan Wakil Gubernur terkait pentingnya mempertahankan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam bidang olahraga meskipun ada keterbatasan dana.

"Tahun 2025 memang tidak ada event besar, tetapi kita tetap mendorong pemerintah untuk menjaga kualitas SDM agar tetap baik dan berprestasi," ujar Usep.

Baca juga: MUSORPROVLUB KONI 2025 Provinsi Kepulauan Riau Digelar di Batam

Ia juga menekankan pentingnya menggandeng pihak swasta untuk mendukung pembinaan atlet di Kepri.

"Walaupun efisiensi anggaran ini berlaku secara nasional, kita harus berinovasi dengan merangkul pengusaha di Kepulauan Riau. Itu yang akan kita lakukan nanti bersama Pemprov Kepri dan DPRD untuk beraudiensi dengan pengusaha-pengusaha di Kepri," pungkasnya.

Dengan adanya kebijakan efisiensi ini, dunia olahraga di Kepri diharapkan dapat terus berkembang melalui kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan pihak terkait lainnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :