Wabah HMPV Merebak di China, Menkes Imbau Warga Tak Panik

Wabah HMPV Merebak di China, Menkes Imbau Warga Tak Panik

Ilustrasi

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - China kembali menjadi sorotan akhir-akhir ini akibat penyebaran virus human metapneumovirus (HMPV). Situasi ini mengingatkan masyarakat akan pandemi Covid-19, terlebih dengan laporan peningkatan kasus infeksi HMPV di negara tetangga, Malaysia, pada tahun 2024.

HMPV dapat menyebabkan penyakit pernapasan pada segala usia, namun lebih sering ditemukan pada anak-anak dan orang lanjut usia. Pada kelompok ini, penyakit bisa berkembang menjadi bronkiolitis, bronkitis, atau pneumonia.

Kekhawatiran masyarakat pun meningkat, terutama setelah banyak unggahan di media sosial yang mengindikasikan penyebaran virus ini dengan cepat, sehingga berpotensi membuat fasilitas kesehatan kewalahan.

Baca juga: Progres Rempang Eco-City, 47 Kepala Keluarga Tempati Rumah Baru di Tanjung Banon

Menanggapi isu ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa virus HMPV berbeda dengan virus COVID-19. Menurutnya, COVID-19 adalah virus baru, sedangkan HMPV adalah virus lama yang mirip dengan flu.

“Jadi, HMPV itu sudah ada di seluruh dunia, termasuk Indonesia, sejak 2001. Bukannya nggak ada, sudah ada di Indonesia. Jadi dia bukan virus baru, melainkan virus lama yang sudah beredar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia,” kata Menkes Budi di Jakarta, Senin, 6 Januari 2025.

Budi mengimbau masyarakat untuk tidak panik karena HMPV bukan virus baru dan sudah dikenal dalam dunia medis. Sistem imun manusia sudah mengenal virus ini sejak lama dan mampu meresponnya dengan baik.

“HMPV ini sudah ada di Indonesia sejak lama. Kalau dicek, apakah sekarang ada? Ada. Mungkin teman-teman yang ada di depan saya ini, kalau dicek, ada juga yang kena, misalnya yang batuk-batuk. Saya sendiri melihat beberapa data kemarin, coba tarik data dari beberapa lab. Ada nggak anak-anak yang pilek dan kena HMPV? Ada,” ujar Menkes.

Baca juga: Mulai 13 Januari, Disdik Batam Luncurkan Program Makan Gratis di 4 Sekolah

Menkes Budi juga menegaskan bahwa HMPV bukan virus yang mematikan. Virus ini memiliki gejala mirip flu biasa, seperti batuk, demam, pilek, dan sesak napas. Sebagian besar orang yang terinfeksi akan pulih dengan sendirinya tanpa memerlukan perawatan khusus.

Penularan virus HMPV serupa dengan flu, yakni melalui percikan air liur atau droplet dari individu yang terinfeksi. Meskipun umumnya tidak berbahaya, kelompok rentan seperti anak-anak, orang lanjut usia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu tetap perlu waspada.

Menkes pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti protokol kesehatan 3M (Menjaga jarak, Mencuci tangan, Memakai masker).

"Yang terpenting adalah tetap tenang dan waspada. Dengan mengikuti protokol kesehatan 3M - menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker - sama seperti saat menghadapi COVID-19, kita dapat mengatasi virus ini dengan baik," tutup Menkes.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :