Pelindo, Pelni, dan ASDP akan Digabung Menteri Erick Thohir untuk Perkuat Konektivitas Laut
Kapal Roro KMP Bahtera Nusantara 03 yang dikelola ASDP (Foto: Kemenhub)
Jakarta, Batamnews – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, berencana menggabungkan tiga perusahaan pelat merah, yakni PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), dan PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP).
Langkah ini diambil untuk menciptakan konektivitas transportasi laut yang lebih terintegrasi di Indonesia, mengingat karakteristik negara yang merupakan kepulauan.
Erick menegaskan pentingnya sinergi antarperusahaan tersebut guna memastikan konektivitas laut dapat menghubungkan berbagai wilayah di Tanah Air.
Baca juga: Apple Buka Lowongan Kerja, Siapkan Langkah Jual iPhone 16 di Indonesia
"Kita terus mendorong konsolidasi antara Pelni, Pelindo, dan ASDP, supaya ini juga bisa disinergikan. Jangan sampai konektivitas laut sebagai negara kepulauan kita tidak tersambung satu dengan yang lainnya," ujar Erick.
Penggabungan ini merupakan bagian dari upaya transformasi BUMN yang terus dilakukan oleh Kementerian BUMN. Dalam arahannya, Erick menargetkan perampingan jumlah perusahaan pelat merah dari 47 menjadi 30 dalam lima tahun ke depan.
Hal ini termasuk dalam 45 program prioritas yang akan dijalankan selama masa kepemimpinannya di era Presiden Prabowo Subianto.
"Mungkin ada 45 program yang kita akan dorong untuk lima tahun ke depan, ya termasuk bagaimana konsolidasi dari 47 perusahaan ke 30 itu," tambah Erick dalam keterangannya pada Jumat, 27 Desember 2024.
Baca juga: Apa Itu Police Coast Guard? Garda Maritim Singapura yang Punya 12 Unit Operasional
Transformasi BUMN ini tidak hanya bertujuan untuk efisiensi, tetapi juga untuk memperkuat daya saing dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui konsolidasi perusahaan dengan jenis bisnis serupa, Kementerian BUMN berharap dapat menciptakan sinergi yang lebih baik, khususnya dalam sektor transportasi laut, yang menjadi tulang punggung perekonomian dan konektivitas antarwilayah Indonesia.
Komentar Via Facebook :