Perkelahian Remaja dan Siswa Ponpes di Sekupang Berakhir Damai, Begini Kronologinya

Perkelahian Remaja dan Siswa Ponpes di Sekupang Berakhir Damai, Begini Kronologinya

Remaja yang terlibat pertikaian dengan siswa Ponpes di Sekupang, Batam, melaksanakan mediasi di Mapolsek Sekupang, Sabtu (14/12/2024). (Foto. Istimewa).

Nurjali

Batam, Batamnews – Insiden perkelahian antara kelompok remaja dan siswa pondok pesantren (Ponpes) di Taman Kartini, Sekupang, Batam, akhirnya berhasil diselesaikan melalui mediasi. 

Proses perdamaian berlangsung di Mapolsek Sekupang pada Sabtu, 14 Desember 2024, dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Iptu Ridho Lubis.  

Dalam mediasi tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk menandatangani surat perjanjian perdamaian dan pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di masa mendatang. 

Hadir dalam pertemuan itu wali murid dari pihak pondok pesantren serta orang tua dari kelompok remaja yang terlibat.  

Baca juga: Air Akan Mati 6 Jam di Batam Pada Senin 16 Desember 2024, Daftar Wilayah Terdampak dan Imbauan untuk Warga

"Iya, peristiwa ini sudah berakhir damai melalui mediasi yang difasilitasi oleh Polsek Sekupang. Perdamaian ini tertuang dalam surat perjanjian dan pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari," ujar Iptu Ridho Lubis kepada batamnews.co.id, Minggu, 15 Desember 2024.  

Menurut keterangan pihak kepolisian, perkelahian ini dipicu oleh aksi pemalakan yang kerap dilakukan kelompok remaja terhadap siswa Ponpes. 

Puncaknya, ketika para siswa yang menjadi korban berulang kali melaporkan kejadian tersebut, kakak kelas mereka bereaksi dengan meneriaki kelompok remaja tersebut, hingga akhirnya terjadi perkelahian. Kelompok remaja itu bahkan membawa senjata kayu sebagai alat untuk menyerang.  

"Peristiwa ini terjadi karena aksi pemalakan. Namun, masalah ini sudah selesai dan berakhir damai," jelas Iptu Ridho.  

Dalam kesempatan yang sama, Iptu Ridho juga mengimbau agar para orang tua lebih memperhatikan pergaulan dan aktivitas anak-anak mereka di luar rumah untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.  

"Orang tua perlu memastikan lingkungan pergaulan anak-anaknya agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan," tegasnya.  

Kronologi Kejadian

Aksi perkelahian ini terjadi pada Jumat, 13 Desember 2024 siang di Taman Kartini, Sekupang, dan sempat viral setelah video kejadian tersebut beredar luas di media sosial. 

Dalam rekaman, terlihat sekelompok remaja membawa kayu dan terlibat bentrok dengan sejumlah siswa Ponpes.  

Beruntung, insiden tersebut segera dilerai oleh petugas Halte Bus Trans Batam yang kebetulan berada di lokasi. Namun, beberapa remaja masih berusaha melawan meski telah dihentikan oleh petugas.  

Baca juga: Garang Asem: Kuliner Tradisional Jawa Tengah dengan Cita Rasa Khas yang Banyak di Kepri

"Saya diejek, makanya saya bawa kawan-kawan saya ke sini," ujar seorang remaja berbaju kotak-kotak yang ditahan oleh petugas halte. Meski sudah dilerai, kelompok remaja itu masih berupaya mendekati siswa Ponpes yang berada di area taman.  

Seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya menyebut situasi sempat mencekam, terutama ketika salah satu remaja terlihat menenteng kayu.  

"Tadi saya dan beberapa penumpang sedang menunggu bus di halte. Tiba-tiba seorang ibu di sebelah saya melihat anak itu sambil bilang bawa parang. Kami yang di halte langsung panik," ujarnya kepada batamnews.co.id, Sabtu, 14 Desember 2024.

Situasi berhasil dikendalikan setelah petugas halte bertindak cepat dan melerai pertikaian. Meski demikian, insiden tersebut tetap dilaporkan ke pihak kepolisian untuk ditangani lebih lanjut.  

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :