6 Fakta Menarik Penyidikan Judi Online di Batam, Wanita Tangan Kanan Bos hingga Pemerintah Libatkan Remaja
Dua operator yang ikut diamankan saat penggerebekan judi online di kamar Apartemen Aston Pelita Batam.
Batam, Batamnews - Polda Kepri baru saja membongkar server judi online di kamar apartemen Aston Pelita dan hingga kini masih dalam penyidikan.
Judi online yang dikendalikan kakak beradik ini mendapat raup besar dalam operasional yakni sehari Rp 350 juta. Namun ada hal yang menarik yang dilakukan jaringan ini.
1. Omset 350 Juta Sehari
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kepri, Kombes Pol Dony Alexander sebelumnya menjelaskan bahwa aktivitas perjudian yang beroperasi di dua kamar ini berjalan sangat terorganisir.
"Omset per hari mencapai hampir 350 juta rupiah. Dalam sebulan, omzet mereka bisa mencapai miliaran rupiah," ujar Dony saat konferensi pers.
2. Terungkap Setelah Ekspos Polresta
Awal pengungkapan judi online di kamar Aparemen Aston Pelita berawal dari pengungkapan kasus judi online di Polresta Barelang.
Seorang pria berinisial A (34) diamankan di sebuah toko di Komplek Pelita Kecamatan Lubuk Baja yang menjadi lokasi operasional situ tersebut.
Status A dalam jaringan ini yakni sebagai marketing situs judi bernama 'Gojekslot, Game Online Terpecaya' dengan cara menyebarkan link wesbsite ke aplikasi WhatsApp untuk menjaring pemain baru.
3. Operator Masih Dibawah Umur
Kegiatan judi online di kamar Apartemen Aston Pelita ini ternyata dikendalikan oleh anak dibawah umur.
Para pemuda ini direkrut dari berbagai daerah dan ditugaskan untuk mengendalikan server judi online.
Sedikitnya ada 10 operator yang ditugaskan untuk mengoperasikan server judi online di dua kamar Apartemen Aston tersebut.
Selain itu tugas para operator ini juga merangkap sebagai marketing untuk mencari 250 pemain baru sebulan untuk tidak situs yakni Hamsawin, Orwin87 dan Botakwin.
4. Dimiliki Kakak Beradik
Server judi online di dua kamar Apartemen Aston Pelita ternyata dimiliki oleh Candra Wijaya adik dari Anton Lucian yang sebelumnya ditangkap oleh Polresta Barelang.
Candra Wijaya memiliki tiga situs judi online yakni Hamsawin, Forwin87, dan Botakwin dan bekerja sama dengan Anton Lucian sebagai marketing.
5. Wanita Kaki Tangan Bos
Sosok wanita yang ikut ditangkap tim Polda Kepri mempunyai peran penting dalam kelancaran operasional judi online di Batam.
"Pengakuan para tersangka, selama beroperasi di sini mereka tidak diperbolehkan untuk keluar dari kamar. Makan dan minum 9 orang ini disuplai oleh Candra dan rekan wanitanya," ujar Kapolda Kepri Yan Fitri Halimansyah.
6. Libatkan Remaja Tangkal Judi Online
Diskominfo Batam melibatkan remaja untuk menangkal judi online dengan mengadakan program literasi digital.
Kadis Kominfo Rudi Panjaitan mengaku tidak SD dan SMA, program tangkal judi online ini sebelumnya juga menyasar mahasiswa perguruan tinggi di Batam.
“Untuk tahun depan, kami akan fokus ke pelajar dari tingkat SD hingga SMA. Pelaksanaannya tidak dilakukan per sekolah, tetapi per kawasan yang disatukan di satu lokasi,” ujar Rudi.
Komentar Via Facebook :