Hari Jadi Kabupaten Bintan, Sejarah Kabupaten Tertua di Kepulauan Riau
Upacara peringatan hari jadi Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.
Bintan, Batamnews - Hari ini, 1 Desember, diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Bintan, kabupaten tertua di Kepulauan Riau.
Berdasarkan informasi dari situs resmi Kabupaten Bintan, kabupaten ini sebelumnya dikenal dengan nama Kabupaten Kepulauan Riau dan memiliki sejarah yang panjang, bahkan telah dikenal sejak beberapa abad silam.
Kabupaten Bintan memiliki wilayah yang khas, terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil yang tersebar di Laut Cina Selatan, dan dikenal dengan julukan "Kepulauan Segantang Lada." Pada periode 1722-1911, terdapat dua Kerajaan Melayu yang berdaulat di wilayah ini, yaitu:
1. Kerajaan Riau-Lingga dengan pusat pemerintahan di Daik.
2. Kerajaan Melayu Riau yang berpusat di Pulau Bintan.
Baca juga: Capaian Ekonomi Bintan di Hari Jadi ke-76
Kedua kerajaan ini dilebur menjadi satu sebelum ditandatanganinya Treaty of London untuk memperkuat kekuasaan. Wilayah kekuasaan kerajaan tersebut meliputi Kepulauan Riau, Johor dan Malaka (Malaysia), Singapura, serta sebagian kecil wilayah Indragiri Hilir.
Pusat pemerintahannya berlokasi di Pulau Penyengat yang menjadi terkenal di Nusantara dan kawasan Semenanjung Malaka.
Setelah Sultan Riau wafat pada tahun 1911, Pemerintah Hindia Belanda mulai mengatur wilayah ini dengan menunjuk amir-amir sebagai Districh Thoarden untuk daerah besar dan Onder Districh Thoarden untuk daerah kecil.
Kemudian, Hindia Belanda menyatukan wilayah Riau-Lingga dengan Indragiri menjadi sebuah keresidenan yang terbagi menjadi dua afdelling:
- Afdelling Tanjungpinang: Meliputi Kepulauan Riau–Lingga, Indragiri Hilir, dan Kateman, dengan pusat pemerintahan di Tanjungpinang.
- Afdelling Indragiri: Berpusat di Rengat dan dipimpin oleh Asisten Residen.
Pada tahun 1940, keresidenan ini menjadi Residente Riau, dan pada masa pendudukan Belanda antara 1945–1949, wilayah ini diatur sebagai daerah *Zelf Bestur* (daerah mandiri).
Pada tahun 2003, terjadi pemekaran wilayah yang memengaruhi struktur Kabupaten Kepulauan Riau:
- Kecamatan Bintan Utara dimekarkan menjadi Kecamatan Teluk Sebong dan Bintan Utara.
- Kecamatan Lingga dimekarkan menjadi Kecamatan Lingga Utara dan Lingga.
Baca juga: BMKG Peringatkan Banjir Rob di Kepulauan Riau, 1-9 Desember 2024
Pembentukan Kabupaten Lingga berdasarkan UU No. 31/2003 membuat wilayah Kabupaten Kepulauan Riau terdiri dari enam kecamatan: Bintan Utara, Bintan Timur, Teluk Bintan, Gunung Kijang, Teluk Sebong, dan Tambelan.
Berdasarkan PP No. 5 Tahun 2006, Kabupaten Kepulauan Riau berganti nama menjadi Kabupaten Bintan.
Kabupaten Bintan terletak di antara 0°6’17” Lintang Utara – 1°34’52” Lintang Utara dan 104°12’47” Bujur Timur – 108°02’27” Bujur Timur. Wilayahnya berbatasan dengan:
- Utara: Kabupaten Natuna
- Selatan: Kabupaten Lingga
- Barat: Kota Tanjungpinang dan Kota Batam
- Timur: Provinsi Kalimantan Barat
Kabupaten Bintan memiliki luas wilayah total 88.038,54 km², tetapi luas daratannya hanya 1.946,13 km² (2,21%). Dari 240 pulau yang ada, hanya 39 pulau yang dihuni. Sisanya dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian, khususnya perkebunan.
Ibu kota Kabupaten Bintan adalah Bandar Seri Bentan, yang terletak di Kecamatan Teluk Bintan. Saat ini, Kabupaten Bintan terdiri dari 10 kecamatan.
Kecamatan Tambelan menjadi wilayah dengan jarak terjauh dari ibu kota kabupaten, yaitu 360 km, sementara Bandar Seri Bentan hanya berjarak 1 km dari pusat pemerintahan.
Sejarah panjang Kabupaten Bintan mencerminkan peran strategis dan pentingnya wilayah ini dalam perkembangan budaya dan politik di Kepulauan Riau.
Hari jadi Kabupaten Bintan menjadi momen untuk mengenang perjalanan panjang ini sekaligus mengapresiasi kekayaan sejarah yang dimiliki.

Komentar Via Facebook :