Warga Tembesi Tower Dipaksa Angkat Kaki dari Rumah Mereka
Tim Terpadu layangkan surat peringatan ke-3 kepada warga Tembesi Tower, Sagulung, Kota Batam, Selasa (19/11/2024). (Foto. Istimewa).
Batam, Batamnews - Warga Tembesi Tower, tepatnya di RT 001, 002, dan 003, RW 016 dipaksa untuk segera angkat kaki dari tempat tinggal mereka. Hal ini dipertegas dengan dikeluarkannya surat peringatan ketiga oleh Tim Terpadu Kota Batam, pada Selasa, 19 November 2024.
Surat peringatan ini berkaitan dengan imbauan untuk mengosongkan dan membongkar bangunan di atas lahan yang diketahui milik PT. Tanjung Piayu Makmur dengan Nomor PL 215.26.24040675.001X1.
Dasar hukum surat peringatan tersebut mengacu pada sejumlah peraturan daerah, antara lain:
- Perda Kota Batam Nomor 2 Tahun 2011 tentang Bangunan dan Gedung,
- Perda Kota Batam Nomor 09 Tahun 2021 tentang perubahan atas Perda Nomor 16 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum,
- Perda Kota Batam Nomor 03 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Batam 2021-2041.
Kasatpol PP Kota Batam, Imam Tohari, menjelaskan bahwa surat peringatan ketiga tersebut merupakan langkah akhir sebelum tindakan lebih lanjut dilakukan oleh tim terpadu. Warga diminta untuk mengosongkan lahan dan membongkar bangunan paling lambat pada 20 November 2024.
"Iya, tim terpadu telah melayangkan surat peringatan ke-3 kepada warga Tembesi Tower pada Selasa, 19 November 2024. Namun, saat penyerahan surat, sejumlah warga menyatakan keberatan," ujar Imam kepada Batamnews.co.id pada Rabu, 20 November 2024.
Imam menegaskan bahwa jika warga belum mengosongkan lahan sesuai batas waktu yang ditentukan, tim terpadu akan melakukan penindakan. Rencana penindakan ini akan dilakukan setelah pelaksanaan Pilkada dan melalui rapat koordinasi terpadu untuk menentukan jadwal.
Baca juga: Tim Terpadu Layangkan Surat Peringatan Ketiga Pengosongan Tembesi Tower, Warga Diminta Segera Pindah
"Penindakan akan dilakukan setelah Pilkada dan usai rapat terpadu untuk menentukan waktu pelaksanaannya," jelasnya.
Sebagai bagian dari solusi, PT. Tanjung Piayu Makmur telah menyediakan lahan relokasi di kawasan Piayu. Imam menyebutkan bahwa sebagian warga sudah menerima tawaran tersebut dan pindah ke lokasi yang disediakan.
"Sebagian warga sudah menerima dan pindah ke lahan relokasi di Piayu. Namun, bagi warga yang masih bertahan, kami tetap menyarankan untuk segera pindah ke lokasi tersebut," tambahnya.

Komentar Via Facebook :