Kesatlantas Bagikan Cerita Menyayat Hati Ketika Lakalantas Merenggut Tulang Punggung Keluarga di Batam

Kesatlantas Bagikan Cerita Menyayat Hati Ketika Lakalantas Merenggut Tulang Punggung Keluarga di Batam

AKP Afiditya Arief Wibowo, mengingatkan pentingnya kesadaran berlalu lintas di jalan raya. Ia mengingatkan hal itu berkali-kali di acara safety riding yang digelar organisasi Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DPW Kepri dan DPC Kota Batam, Selasa lalu, 12 November 2024.

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Barelang, AKP Afiditya Arief Wibowo, mengingatkan pentingnya kesadaran berlalu lintas di jalan raya. Ia mengingatkan hal itu berkali-kali di acara safety riding yang digelar organisasi Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DPW Kepri dan DPC Kota Batam, Selasa lalu, 12 November 2024.

Dalam kesempatan tersebut, AKP Afiditya menyatakan, ia selalu merasa sedih setiap kali mendengar peristiwa kecelakaan, terutama jika korbannya adalah tulang punggung keluarga.

"Korban yang meninggal kadang adalah sosok yang menjadi tumpuan hidup keluarga," kata Afiditya dengan ekspresi sedih.

Lebih lanjut dikatakan Afiditya, sebagai orang yang berkecimpung di dunia lalu lintas, dirinya beberapa kali menangan kejadian kecelakaan yang merenggut nyawa dan mengakibatkan penderitaan bagi keluarga korban yang ditinggalkan.

Baca juga: Penganiayaan Terjadi di Depan Alfamart Orchid Park, Batam: Sekuriti Jadi Korban Pemukulan

Ia membagikan cerita peristiwa insiden lakalantas di Batam. Peristiwanya terjadi di Tiban, Kecamatan Sekupang, Batam, di mana seorang korban, yang bekerja sebagai cleaning service di salah satu instansi meninggal di tempat akibat ditabrak bus.

Dari informasi yang mereka himpunan dari peristiwa, terungkap, korban memiliki dua anak, yang satu masih kecil, yang satu sudah duduk di bangku SMP. Korban meninggalkan dua anak dan satu istri.

"Almarhum bekerja di salah satu instansi di Batam dan meninggalkan istri serta dua anak, yang satu masih kecil dan yang satu di SMP," ujar Afiditya dengan wajah sedih.

Dengan kondisi perginya sang tulang punggung keluarga, menurut Afiditya, tanggung jawab keluarga yang ditinggalkan otomatis jatuh pada istri korban untuk melanjutkan hidup anak-anaknya.

Baca juga: Debat Publik Pilkada Batam 2024 Batal, DPC PDI Perjuangan: "Ini Mengecewakan!"

Tak hanya di Batam, Afiditya Arief Wibowo juga membagikan pengalamannya saat bertugas di Polda Jawa Tengah, di mana ia menangani kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda empat.

Peristiwa lakalantas itu tak hanya membuat korban sedih, tapi juga membuat keluarga korban kebingungan, karena siapa lagi yang harus menafkahi keluarga yang ditinggalkan sementara sang tulang punggung keluarga telah tiada. Akhirnya, nenek dari anak-anak korban pun harus bertindak menjadi tulang punggung keluarga.

Berangkat dari fakta-fakta tersebut, Afiditya mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat berkendara dan selalu mematuhi peraturan lalu lintas. Kedisiplinan dan kesadaran berlalu lintas dinilai penting untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan yang merugikan banyak pihak.

Ia juga menyatakan bahwa edukasi berlalu lintas perlu diajarkan sejak dini untuk menciptakan masyarakat yang tertib di jalan raya sehingga angka kecelakaan lalu lintas bisa diminimalisir.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :