Investasi Kawasan Industri Tanjung Sauh Batam Capai 840 Hektare, Siap Serap 366 Ribu Pekerja
Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, mengikuti Rapat Koordinasi via Zoom Meeting membahas Update Investasi dan Operasional Kawasan Industri Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Tanjung Sauh Batam bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin, 11 November 2024. (Foto: istimewa)
Batam, Batamnews - Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, mengikuti Rapat Koordinasi via Zoom Meeting membahas Update Investasi dan Operasional Kawasan Industri Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Tanjung Sauh Batam bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin, 11 November 2024.
Rapat yang dipimpin Asisten Deputi Penguatan Daya Saing Kawasan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI ini dihadiri sejumlah pejabat Pemko Batam, termasuk Asisten Pemerintahan Kota Batam Yusfa Hendri, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Demi Hasfinul, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Salim, dan Kepala Dinas CKTR Kota Batam Azril.
Dalam rapat tersebut, BP Batam memaparkan perkembangan strategis Kawasan Industri Tanjung Sauh yang kini telah mengantongi Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI). Kawasan PSN ini memiliki total luas 840,67 hektar, terdiri dari 703,8 hektar lahan darat dan 136,87 hektar area laut. Sebanyak 59,7% dari total lahan tersebut telah dikuasai sesuai dengan usulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Baca juga: Pura-pura Pakai Transfer, Dua Pria Curi Barang Jutaan Rupiah di Mini Market Aditya Batam
Berdasarkan rancangan, Kawasan Industri Tanjung Sauh akan difokuskan untuk mendukung tiga sektor utama, yakni produksi dan pengolahan, logistik dan distribusi, serta pengembangan energi berupa PLTU.
Untuk memenuhi kebutuhan energi kawasan, akan dibangun PLTU berkapasitas 4x100 MW dan pembangkit listrik tenaga surya yang dijadwalkan dimulai pada tahun 2025. Mega proyek ini diprediksi akan menyerap tenaga kerja hingga 366.087 orang sampai tahun 2053.
"Pengembangan Kawasan Industri Tanjung Sauh dapat berjalan lebih lancar dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Batam dan sekitarnya."
Dengan hadirnya kawasan industri baru ini, Batam diproyeksikan akan semakin mengokohkan posisinya sebagai salah satu pusat industri dan investasi strategis di Indonesia.

Komentar Via Facebook :