Cegah Peredaran Narkoba, Polda Kepri Canangkan Kampung Sehat Madani
Kapolda Kepri, Irjen Pol Yan Fitri Halimansyah bersama Stakeholder terkait gagas Kampung Sehat Madani untuk Perangi peredaran Narkoba di Kepri. (Foto. Istimewa).
Batam, Batamnews – Dalam upaya mendukung program 100 Hari Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, Polda Kepulauan Riau (Kepri) melalui Direktorat Reserse Narkoba menggelar Rapat Koordinasi untuk mencanangkan program Kampung Sehat Madani.
Acara yang berlangsung di Gedung Lancang Kuning, Polda Kepri, Senin, 4 November 2024, ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kepri, Irjen Pol Yan Fitri Halimansyah, dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan.
Turut hadir dalam forum tersebut, Plt. Gubernur Kepri Marlin Agustina yang diwakili Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan, Sugiarto Doso Saputro, Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Teguh Subroto, Ketua Pengadilan Tinggi Kepri yang diwakili oleh Panitera Pidana PN Batam Syufwan DM, Ketua DPRD Kepri H. Iman Sutiawan, serta perwakilan dari TNI, BNNP Kepri, dan Forkopimda.
Pertemuan ini bertujuan untuk menyatukan komitmen antara berbagai instansi dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Provinsi Kepri.
Baca juga: Dua Direktur Perusahaan Pelayaran di Batam Jadi Tersangka Korupsi PNBP Senilai Rp9,63 Miliar
Dalam sambutannya, Kapolda Kepri Irjen Pol Yan Fitri Halimansyah mengungkapkan kekhawatirannya terhadap penyalahgunaan narkoba yang semakin merajalela di Indonesia.
"Penyalahgunaan narkoba bukan lagi isu baru di negeri ini. Generasi muda yang seharusnya menjadi pilar produktif justru rentan terdampak, kehilangan masa depan, serta terlibat dalam berbagai permasalahan sosial," ujarnya.
Irjen Pol Yan Fitri juga mengungkapkan bahwa 90% narkoba yang beredar di Indonesia berasal dari luar negeri, terutama jenis sabu dan metamfetamin. Dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia menjadi sasaran empuk bagi jaringan mafia narkoba internasional, khususnya dari Asia Selatan.
"Indonesia menjadi target potensial bagi peredaran gelap narkoba yang dikendalikan oleh kelompok mafia besar dari Asia Selatan," tambahnya.
Kapolda Kepri juga menyoroti bahwa tempat hiburan malam dan kampung-kampung di kota besar sering menjadi pusat peredaran narkoba. Ia menegaskan pentingnya perhatian dari pemerintah daerah bersama dengan aparat penegak hukum serta masyarakat dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.
Program Kampung Sehat Madani ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam memberantas peredaran narkoba di komunitas-komunitas lokal.
Melalui program ini, Kapolda Kepri berharap adanya sinergi yang kuat antar instansi untuk mendukung visi besar Presiden RI dalam menciptakan Indonesia yang maju dan bermartabat.
Ia menambahkan bahwa forum ini bukan hanya sekadar langkah awal dalam memerangi narkoba, tetapi juga menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk berbagi informasi, ide, serta pengalaman terkait pencegahan, penegakan hukum, dan rehabilitasi bagi pengguna narkoba.
"Dengan sinergi yang kuat antara instansi, kami berharap program ini akan menjadi tonggak sejarah bagi Provinsi Kepri. Semoga dapat menjadi inspirasi bagi kampung-kampung lain di Indonesia," tutup Irjen Pol Yan Fitri.

Komentar Via Facebook :