Intelsat 33e: Satelit Boeing Meledak dan Mengganggu Layanan Internet di Seluruh Dunia

Intelsat 33e: Satelit Boeing Meledak dan Mengganggu Layanan Internet di Seluruh Dunia

Satelit

Nurjali

Jakarta, Batamnews - Sebuah satelit yang diproduksi oleh Boeing, iS-33e, mengalami kerusakan sistem yang menyebabkan meledaknya satelit tersebut secara spontan di orbit. 

Insiden ini terjadi pada hari Senin lalu dan mengakibatkan gangguan internet dan komunikasi yang meluas di seluruh dunia. Menurut laporan dari Daily Mail, satelit berbobot hampir 2.267 kilogram itu pecah menjadi lebih dari 50 potongan.

Satelit ini dioperasikan oleh Intelsat, penyedia layanan satelit internasional yang melayani hampir 150 negara dengan berbagai layanan komunikasi, termasuk telepon, internet, komunikasi seluler, serta penyiaran televisi dan radio.

Baca juga: Garmin Fenix 8: Inovasi Smartwatch dengan Layar microLED Ditunda, Ini Alasannya

Intelsat menyatakan bahwa mereka sedang dalam proses memindahkan layanan dari iS-33e ke satelit lain dan sedang melakukan analisis untuk mengetahui penyebab pasti dari meledaknya satelit tersebut. 

Laporan dari S4S menyebutkan bahwa mereka saat ini melacak sekitar 20 potongan puing yang terkait dengan insiden tersebut, meskipun analisis lebih lanjut masih berlangsung.

S4S juga menegaskan bahwa saat ini tidak ada ancaman langsung terhadap keamanan domain luar angkasa, namun mereka akan terus melakukan penilaian untuk memastikan keamanan yang berkelanjutan.

Di sisi lain, perusahaan pelacak satelit ExoAnalytic Solutions melaporkan bahwa mereka memantau hingga 57 potongan puing yang berasal dari pecahnya Intelsat 33e, menurut berita yang dilansir oleh Space News.

Intelsat 33e diluncurkan pada tahun 2016 dengan tujuan menyediakan layanan komunikasi di tiga benua. 

Baca juga: Software Desain PCB, Pengertian, Manfaat Rekomendasi Aplikasinya

Namun, satelit ini telah menghadapi sejumlah masalah sejak awal, termasuk masalah propulsi yang membuatnya mencapai orbit lebih lambat dari jadwal. 

Pada tahun 2017, masalah propulsi tambahan memaksa perusahaan untuk mengurangi perkiraan masa hidup satelit sebesar 3,5 tahun dari target awal 15 tahun.

Insiden ini juga mengingatkan pada satelit lain yang diproduksi Boeing, Intelsat 29e, yang dinyatakan hilang total pada tahun 2019 setelah hanya tiga tahun beroperasi di luar angkasa.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.
Komentar Via Facebook :