Lee Hsien Yang Mendapatkan Suaka di Inggris, Klaim Alami Penganiayaan di Singapura

Lee Hsien Yang Mendapatkan Suaka di Inggris, Klaim Alami Penganiayaan di Singapura

Singapura

Nurjali

Batam, Batamnews - Lee Hsien Yang, putra pendiri Singapura Lee Kuan Yew, telah diberikan suaka di Inggris. Suaka ini diberikan setelah ia mengklaim menghadapi penganiayaan di negaranya, Singapura. Informasi ini dilansir dari BBC News, Rabu, 23 Oktober 2024.

Lee Hsien Yang menuduh pemerintah Singapura, yang dipimpin oleh saudaranya Lee Hsien Loong, telah menindasnya. Namun, pemerintah Singapura membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa Lee bebas untuk kembali ke Singapura kapan saja.

Perseteruan antara Lee Hsien Yang dan Lee Hsien Loong telah berlangsung bertahun-tahun, terutama sejak kematian ayah mereka, Lee Kuan Yew, pada tahun 2015. 

Konflik utama terkait rumah keluarga di 38 Oxley Road, yang menurut wasiat Lee Kuan Yew, seharusnya dihancurkan setelah kematiannya. 

Namun, Lee Hsien Loong, mantan perdana menteri Singapura, menunda penghancuran rumah tersebut, yang memicu perselisihan dengan saudara-saudaranya.

Baca juga: Berkunjung ke Singapura, Nikmati Keindahan di Malam Hari dengan Berbagai Atraksi Menakjubkan

Lee Hsien Yang dan istrinya telah menetap di luar negeri selama beberapa tahun terakhir. Mereka mengklaim bahwa tindakan tersebut diambil karena mereka menjadi korban penganiayaan yang didalangi oleh pemerintah Singapura. 

Menurut Lee, permintaan suaka ke pemerintah Inggris merupakan langkah terakhir untuk melindungi dirinya dan keluarganya.

Pemerintah Inggris telah memberikan status pengungsi kepada Lee Hsien Yang selama lima tahun, dengan alasan takut akan penganiayaan dan ketidakmampuannya untuk kembali ke Singapura. 

Meskipun demikian, pemerintah Inggris tidak memberikan komentar resmi tentang kasus individu ini.

Saat ini, Lee tinggal di Inggris dan berencana untuk terus mengkritik pemerintah Singapura. Ia juga menjadi anggota partai oposisi dan secara terbuka menentang kebijakan saudaranya. 

Baca juga: Dua Kapal Selam Baru Singapura, Invincible dan Impeccable Resmi Bergabung

Lee menuduh Lee Hsien Loong menyalahgunakan kekuasaan selama menjabat sebagai perdana menteri dan menggunakan aparat negara untuk menekan lawan politik.

Lee Hsien Loong, yang baru-baru ini mengundurkan diri sebagai perdana menteri Singapura tetapi tetap di kabinet sebagai menteri senior, membantah tuduhan tersebut. 

Ia menyatakan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan keluarga Lee Hsien Yang menghadapi penganiayaan. Pemerintah Singapura juga mengeluarkan pernyataan yang menyangkal klaim bahwa Lee Hsien Yang dan keluarganya dilarang kembali ke Singapura.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :