Pengendara Wanita Ditemukan Tewas di Semak-Semak Dekat Stadion Temenggung Batam, Keluarga Tak Percaya Korban Meninggal Tabrak Pohon
Pengendara sepeda motor berjenis kelamin wanita ditemukan meninggal dunia di semak-semak depan Stadion Temenggung Abdul Jamal, Sei Beduk, Kota Batam, pada Minggu (06/10/2024) subuh. (Foto. Hasil tangkapan layar dari video yang diperoleh Batamnews.co.id).
Batam, Batamnews – Kematian seorang perempuan berinisial DKS yang ditemukan meninggal dunia di semak-semak di depan Stadion Temenggung Abdul Jamal, Sei Beduk, Kota Batam, pada Minggu, 6 Oktober 2024 lalu, menimbulkan tanda tanya besar bagi keluarganya. DKS diduga meninggal akibat kecelakaan tunggal setelah menabrak pepohonan di sekitar lokasi. Namun, keluarga korban merasa ada kejanggalan terkait penyebab kematian tersebut.
Lia Purba, kakak kandung korban, menyatakan ketidakpercayaan keluarganya terhadap laporan yang menyebut kematian DKS diakibatkan kecelakaan tunggal. Ia merasa ada sesuatu yang tidak sesuai dengan kondisi jasad adiknya saat ditemukan.
"Iya, kami merasa ada yang janggal atas meninggalnya adik kami di semak-semak dekat Temenggung itu. Sampai sekarang kami belum percaya kalau adik kami meninggal karena kecelakaan tunggal menabrak pohon, dengan posisi jasad yang terlihat rapi," ungkap Lia kepada Batamnews.co.id pada Sabtu, 12 Oktober 2024.
Lia menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan dari Kepolisian Lalu Lintas Polresta Barelang, disebutkan DKS meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal. Namun, keluarga merasa tidak puas dan berencana datang langsung dari Kota Medan ke Batam untuk meminta bukti rekaman kamera CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian.
"Kami dalam Minggu ini mau datangi tempat di mana adik kami meninggal di Batam. Kami juga akan meminta kepada pihak kepolisian yang menangani kasus ini untuk menjelaskan fakta-fakta yang terjadi, termasuk hasil rekaman CCTV di sekitar lokasi. Kami ingin mengetahui apakah benar adik kami meninggal karena kecelakaan tunggal, atau ada penyebab lain," kata Lia.
Kejanggalan semakin dirasakan keluarga setelah adanya pihak yang mengaku sebagai keluarga korban dan meminta agar postingan terkait peristiwa kematian DKS dihapus dari akun media sosial Batamnewsonline.
"Kami, keluarga yang memakamkan korban, tidak setuju jika postingan tersebut dihapus. Namun, kenapa ada pihak yang mengaku keluarga adik kami dan meminta penghapusan postingan itu? Hal ini membuat kami semakin curiga," lanjut Lia.
Keluarga berharap, setibanya di Batam, mereka akan mendapat penjelasan secara transparan dari pihak kepolisian terkait penyebab pasti kematian DKS. Lia menegaskan pentingnya kepastian hukum dan bukti-bukti yang jelas terkait kasus ini.
"Kami berharap polisi dapat menjelaskan secara transparan dan menyertakan fakta-fakta penyebab meninggalnya adik saya di semak-semak dekat Stadion Temenggung Abdul Jamal," tambahnya.
Sebelumnya, jasad DKS ditemukan oleh seorang pengendara motor lain pada Minggu subuh, 6 Oktober 2024 di semak-semak di jalan raya depan Stadion Temenggung Abdul Jamal. Di sekitar lokasi, ditemukan juga tas, helm, sepeda motor, dan dokumen bertuliskan kode Bandara Kualanamu (KNO), Medan.
Menurut warga sekitar, ruas jalan tersebut memang rawan kecelakaan dan minim penerangan. Hal ini juga dibenarkan oleh beberapa saksi yang melintas di lokasi kejadian pada hari tersebut.

Komentar Via Facebook :