Kasus Malaria di Desa Kuala Selat, Inhil Meningkat Jadi 66 Kasus
Ilustrasi
Pekanbaru, Batamnews – Kasus malaria di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, kembali mengalami peningkatan. Berdasarkan data terbaru, jumlah kasus malaria yang terdeteksi di daerah tersebut kini mencapai 66 kasus, setelah sebelumnya hanya ditemukan 22 kasus.
Penanggung jawab malaria dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Musfardi Rustam, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah kasus ini memicu pendirian posko kesehatan. Bersama Dinas Kesehatan Inhil, posko tersebut didirikan untuk memudahkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terpapar malaria di wilayah tersebut.
“Saat ini total kasus malaria yang ditemukan berjumlah 66 kasus, berdasarkan pemeriksaan di tiga desa sekitar, yakni Desa Kuala Selat, Simbar, dan Pejuru,” ujar Musfardi.
Baca juga: Tragedi di Sungai Rokan: Hariono, Warga Rimba Melintang Tewas Diserang Buaya
Pendirian posko kesehatan bertujuan untuk memfasilitasi pengobatan bagi warga yang terkena malaria. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada laporan masyarakat yang menderita malaria dengan kondisi parah.
“Kami membentuk posko kesehatan untuk membantu pengobatan masyarakat yang terpapar malaria. Meskipun saat ini belum ditemukan kasus dengan kondisi parah,” jelas Musfardi.
Langkah pendirian posko ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi warga dan membantu menekan penyebaran malaria di daerah tersebut.
Sementara itu, Pejabat (Pj) Bupati Inhil, Erisman Yahya, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah kasus malaria di Desa Kuala Selat dan desa-desa sekitarnya disebabkan oleh pemeriksaan yang dilakukan secara menyeluruh terhadap masyarakat.
Baca juga: Sederet Kecamatan di Natuna Punya Potensi Besar Sektor Pertanian dan Perkebunan
“Jika temuan kasusnya meningkat, itu karena masyarakat yang diperiksa juga semakin banyak. Sebelumnya, pemeriksaan hanya dilakukan pada sebagian masyarakat saja,” kata Erisman.
Menurut Erisman, pemeriksaan menyeluruh ini bertujuan untuk memetakan penyebaran kasus malaria secara lebih akurat. Dengan mengetahui masyarakat yang terjangkit, upaya pengobatan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, malaria di Kuala Selat ini termasuk jenis yang mudah menular. Oleh karena itu, pemeriksaan secara menyeluruh sangat penting dilakukan,” tambahnya.
Komentar Via Facebook :