BMKG Prediksi Gelombang Tinggi di Kepulauan Riau Akhir dan Awal Tahun: Waspada Dampak Angin Monsun
Pesisir Pantai penaah Kabupaten Lingga nelayan tidak melaut saat gelombang tinggi.
Batam, Batamnews — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan akan terjadi gelombang tinggi di perairan Kepulauan Riau (Kepri) pada akhir tahun ini hingga awal tahun depan.
Fenomena ini dipengaruhi oleh kecepatan angin fetch, yaitu luas wilayah yang memiliki kecepatan angin yang sama.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Andini, menjelaskan bahwa secara klimatologis, angin yang bertiup pada periode akhir dan awal tahun adalah angin Monsun utara, yang memiliki kecepatan tinggi.
“Karena angin bertiup di wilayah perairan yang sangat luas, terbentuklah gelombang tinggi di wilayah Kepri selama waktu tersebut,” ujarnya.
Baca juga: Hasil Timnas Indonesia U-20 vs Timor Leste, Menang 3-1 di Kualifikasi Piala Asia U-20 2025
Andini menambahkan bahwa secara umum, angin ini akan mempengaruhi tinggi gelombang di seluruh wilayah Kepri, meskipun ketinggian gelombang dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.
“Sebagai contoh, biasanya di perairan Natuna gelombangnya akan lebih tinggi dibandingkan perairan Lingga,” katanya.
Gelombang tinggi yang diprediksi berkisar antara 2,50 hingga 4,0 meter, sementara gelombang sangat tinggi diperkirakan mencapai 4,0 hingga 6,0 meter. Di sisi lain, gelombang normal atau kategori rendah berada di kisaran 0,5 hingga 1,25 meter.
Gelombang tinggi ini diperkirakan terjadi pada periode November hingga Desember. BMKG secara rutin memperbaharui data potensi gelombang tinggi di Kepri.
Memasuki bulan November, Andini menyebutkan bahwa pergerakan arah angin di wilayah Kepri akan dipengaruhi oleh pergerakan matahari, yang menyebabkan terjadinya angin musim barat. Dalam hal ini, arah angin dominan berasal dari Barat Laut dan Timur Laut.
Kondisi angin yang bertiup kencang dari Laut Cina Selatan memasuki wilayah Kepri akan menyebabkan gelombang tinggi, khususnya di wilayah Natuna.
Baca juga: Enea Bastianini Pecahkan Rekor Lap di Sesi Latihan GP Mandalika 2024
Demikian juga, Anambas yang berbatasan dengan laut lepas diperkirakan akan mengalami gelombang yang cukup tinggi.
“Berdasarkan model rata-rata tinggi gelombang selama 10 tahun di wilayah Natuna dan Anambas, tinggi gelombang maksimal mencapai 2,5 meter, terutama pada bulan Desember, Januari, dan Februari,” jelas Andini.
BMKG mengimbau masyarakat dan nelayan untuk waspada terhadap potensi gelombang tinggi ini dan mengikuti informasi terbaru mengenai perkembangan cuaca dari BMKG.

Komentar Via Facebook :