Dibalik Kelangkaan Gas, Pertamina Adakan Program Eksklusif Hanya untuk Pelanggan Dekat Pipa Distribusi

Dibalik Kelangkaan Gas, Pertamina Adakan Program Eksklusif Hanya untuk Pelanggan Dekat Pipa Distribusi

PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), baru saja mengumumkan program Jaringan Gas Rumah Tangga (GasKita) 2024 di tengah situasi kelangkaan gas yang masih melanda Kota Batam. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), baru saja mengumumkan program Jaringan Gas Rumah Tangga (GasKita) 2024 di tengah situasi kelangkaan gas yang masih melanda Kota Batam. Meski mendapat perhatian publik, program ini justru menuai kontroversi karena dianggap belum sepenuhnya inklusif dalam menghadirkan solusi untuk warga Batam.

Dalam surat resmi yang dikeluarkan PGN pada 23 September 2024, disebutkan bahwa program GasKita akan segera beroperasi dan menargetkan beberapa kawasan perumahan di Batam, seperti Frensiana Garden, Modena Residen, Taman Lavender, dan Emperor Garden. 

Namun, perhatian publik tertuju pada kriteria prioritas yang ditetapkan PGN, di mana calon pelanggan yang lokasinya sudah dekat dengan pipa distribusi PGN akan menjadi prioritas utama.

"Program ini diprioritaskan untuk Calon Pelanggan yang sudah dekat dengan pipa distribusi PGN," demikian salah satu poin yang tercantum dalam surat tersebut. 

Baca juga: Kepala BP Batam Resmi Cuti, Pelaksana Tugas Dilaksanakan Oleh Wakil Kepala BP Batam

Adapun untuk warga yang tempat tinggalnya belum terjangkau pipa PGN, perusahaan menyatakan akan memprosesnya pada tahun 2024. Pendekatan ini memunculkan pertanyaan tentang keadilan akses terhadap layanan gas rumah tangga di Kota Batam, terutama bagi mereka yang berada di wilayah yang belum memiliki akses jaringan pipa gas.

Masyarakat yang berada di luar kawasan perumahan prioritas merasa bahwa program ini tidak memberikan solusi yang merata terhadap kelangkaan gas yang terjadi. Banyak yang berharap bahwa program GasKita dapat menjangkau seluruh wilayah Batam tanpa terkecuali, mengingat kebutuhan gas yang mendesak di tengah situasi kelangkaan saat ini.

Program GasKita sendiri menawarkan sejumlah keuntungan bagi calon pelanggan, seperti harga gas yang relatif terjangkau, yakni Rp 10.000 per meter kubik, pemasangan pipa hingga 15 meter, dan pemeriksaan keamanan fasilitas gas secara berkala. 

Meski demikian, kekhawatiran muncul bahwa hanya warga yang berada di sekitar jaringan pipa yang akan dapat menikmati manfaat ini, sementara sebagian warga Batam lainnya masih harus menghadapi masalah akses gas yang terbatas.

Baca juga: Pertamina Ungkap Alasan Langkanya Gas Elpiji 3 Kg di Batam

Langkah Pertamina melalui PGN ini pun mengundang berbagai reaksi dari masyarakat. Beberapa pihak menyambut baik upaya tersebut sebagai langkah awal untuk memperbaiki akses terhadap gas rumah tangga. Namun, tak sedikit juga yang mengkritik pendekatan yang dianggap tidak adil dan kurang memperhatikan kebutuhan seluruh warga.

PGN menyatakan bahwa mereka akan terus berupaya memperluas jaringan distribusi gas dan menjangkau lebih banyak wilayah. Namun, detail rencana dan jadwal perluasan tersebut belum diumumkan secara resmi, membuat banyak warga Batam masih bertanya-tanya kapan mereka dapat menikmati layanan gas rumah tangga ini.

Di sisi lain, pemerintah daerah Batam didorong untuk lebih aktif berkolaborasi dengan Pertamina dan PGN untuk memastikan program ini dapat memberikan solusi menyeluruh bagi warga. Dalam situasi kelangkaan gas yang masih berlangsung, program yang lebih inklusif dan merata sangat dinanti oleh masyarakat.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :