Asprov PSSI Sumsel Tunggu Hasil Investigasi PSSI Terkait Insiden Wasit Kontroversial di PON 2024

Asprov PSSI Sumsel Tunggu Hasil Investigasi PSSI Terkait Insiden Wasit Kontroversial di PON 2024

Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sumatera Selatan tengah menunggu kebijakan resmi dari PSSI terkait investigasi insiden kontroversial yang melibatkan wasit Eko Agus Sugih Harto dalam pertandingan perempat final PON 2024 antara Aceh dan Sulawesi Tengah. 

Rhuuzi Wiranata

Palembang, Batamnews – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sumatera Selatan tengah menunggu kebijakan resmi dari PSSI terkait investigasi insiden kontroversial yang melibatkan wasit Eko Agus Sugih Harto dalam pertandingan perempat final PON 2024 antara Aceh dan Sulawesi Tengah. 

Wasit yang berasal dari Sumsel ini menjadi sorotan publik akibat keputusan-keputusannya yang dinilai tidak netral dalam laga yang berlangsung panas tersebut.

Sekretaris Umum Asprov PSSI Sumsel, Syahril Musa, menjelaskan bahwa pihaknya sepenuhnya menyerahkan proses investigasi kepada PSSI pusat. 

“Asprov ini menginduk ke PSSI pusat, karena hal ini skop-nya nasional. Jadi persoalannya ada di tangan PSSI yang sekarang sedang menginvestigasi insiden tersebut,” ujar Syahril seperti dikutip dari Antara. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu arahan dan keputusan yang akan diambil oleh PSSI pusat.

Baca juga: PSSI Akan Usut Kontroversi Wasit di Laga Aceh vs Sulawesi Tengah pada PON XXI 2024

Insiden ini terjadi setelah wasit Eko Agus memberikan penalti kontroversial kepada tim Aceh saat masa injury time, yang menyebabkan pemain Sulawesi Tengah bereaksi keras. Puncaknya, wasit Eko Agus menjadi korban pemukulan oleh salah satu pemain Sulawesi Tengah akibat keputusan tersebut. Kejadian tersebut membuat laga viral dan menjadi perhatian nasional.

Tidak lama setelah insiden tersebut mencuat, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dengan tegas menyatakan bahwa PSSI akan melakukan investigasi mendalam terhadap kejadian tersebut. 

Erick mengecam keras tindakan pemukulan terhadap wasit serta mempertanyakan integritas kepemimpinan wasit dalam pertandingan. Ia memastikan bahwa sanksi berat akan diberikan jika ditemukan adanya pelanggaran serius, baik terhadap pemain yang melakukan kekerasan maupun wasit yang dianggap tidak netral.

Merujuk pada pernyataan resmi dari PSSI, Erick Thohir menyebutkan bahwa sanksi seumur hidup dapat dikenakan kepada wasit jika terbukti mengatur hasil pertandingan atau melakukan tindakan yang merugikan prinsip fair play. Selain itu, pemain yang melakukan tindak kekerasan juga tidak akan lolos dari jeratan hukum. 

Baca juga: Menuju Paris 2024: Prestasi Wasit Indonesia Meningkat, Atlet Siap Beri Kejutan

“Indikasi pertandingan yang tidak fair menjadi materi serius yang sedang ditelaah. Hal ini tidak hanya merusak nilai sportifitas, tetapi juga bisa menjadi tindakan kriminal yang memiliki konsekuensi hukum,” tegas Erick Thohir.

PSSI juga menegaskan bahwa skandal keputusan wasit dan kekerasan di lapangan ini akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku, baik dalam ranah sepak bola nasional maupun hukum pidana. Erick berkomitmen untuk menegakkan keadilan dan menjaga integritas olahraga nasional, khususnya dalam ajang besar seperti PON 2024.

Sementara itu, Asprov PSSI Sumsel mengaku siap mengikuti hasil investigasi yang akan diumumkan PSSI. Apapun keputusan yang diambil, Asprov berharap agar hal ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak dalam menjaga sportivitas dan fair play dalam pertandingan.

Dengan proses investigasi yang masih berlangsung, publik kini menantikan langkah lanjutan dari PSSI dan apakah sanksi berat akan diberikan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut. Kejadian ini menjadi pengingat penting akan pentingnya menjaga profesionalitas dan integritas dalam dunia sepak bola nasional.
 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :