Pelajar Berbakat Asal Batam Minta Maaf Setelah Catut Karya Orang Lain, Orangtua Tak Sanggup Belikan Pen Tablet
Jeni, orangtua siswa SMKN 4 Batam, ZC, mengklarifikasi terkait pencatutan animasi yang viral (Foto: Batamnews)
Batam, Batamnews – Seorang pelajar berbakat dari SMK Negeri 4 Batam, ZC, terpaksa meminta maaf secara terbuka setelah viralnya sebuah konten animasi yang awalnya diklaim sebagai karyanya ternyata merupakan milik orang lain.
Riandy, seorang animator muda yang masih berstatus mahasiswa di Sulawesi, adalah pemilik sah dari animasi tersebut.
Ibu dari ZC, Jeni, menyampaikan permintaan maafnya di kantor Batamnews.co.id pada Kamis, 5 September 2024. "Anak saya sudah minta maaf kepada Bang Riandy dan juga pihak sekolah," kata Jeni. Ia menambahkan bahwa ZC sudah mengakui kesalahannya dan mendapatkan permohonan maaf dari sang pemilik animasi.
Setelah animasi tersebut viral di berbagai platform media sosial milik Batamnews, ZC mengalami trauma dan syok akibat sorotan negatif yang diterimanya. "Dia sampai gemetaran dan trauma karena hal ini," ungkap Jeni, menjelaskan dampak dari kejadian tersebut pada mental anaknya.
Konten animasi itu sebelumnya sempat dipuji karena kualitasnya yang tinggi dan ditampilkan di berbagai media, namun pihak sekolah dan publik kemudian mengetahui bahwa karya tersebut bukan hasil buatan ZC.
Meski demikian, pihak sekolah sendiri diduga tidak mengetahui bahwa animasi tersebut diambil dari orang lain hingga viral.
"Sekolah tidak tahu kalau animasi itu bukan milik anak saya," jelas Jeni, menambahkan bahwa putranya memang memiliki ketertarikan besar pada dunia animasi sejak kecil. Namun, keterbatasan finansial membuatnya tidak memiliki peralatan memadai, seperti Pen Tablet, yang diperlukan untuk menciptakan karya sendiri.
"Dia sudah lama minta, tapi harganya sekitar Rp 1 jutaan, saya tidak sanggup membelikannya," ungkap Jeni.
ZC dikenal sebagai anak yang berbakat dan pernah memenangkan lomba membuat konten Reels Instagram yang diadakan oleh ITEBA. "Karena merasa mendapat apresiasi, dia jadi khilaf dan mengambil karya orang lain," tutur Jeni.
Setelah insiden ini, ZC dihadapkan pada ancaman dikeluarkan dari sekolahnya dan menerima tekanan sosial dari teman-temannya. "Teman-teman ikut menghujat dan membully," ujar ZC kepada Batamnews.
Orangtuanya, Jeni, mengaku sangat terpukul dengan kejadian ini. Sebagai ibu rumah tangga yang bekerja mengantar anak-anak orang lain ke sekolah, ia khawatir akan masa depan anaknya. "Bapaknya kerja bangunan, dan saya tidak tahu bagaimana nasib anak saya ke depan," ungkap Jeni.
Jeni juga menyatakan rencana untuk memindahkan ZC dari Batam, karena malu dengan kejadian ini. "Saya mungkin akan pindahkan dia ke kampung saya di Kupang atau ke Aceh, kampung bapaknya," katanya dengan nada sedih.
"Saya dulu sempat bangga dengan kreatifitas anak saya, tapi sekarang saya syok dan malu," tutup Jeni, merangkum perasaan hatinya setelah mengetahui kenyataan pahit ini.

Komentar Via Facebook :